” Ngamen” Antara Profesi Dan Hobby

KIM Ronggolawe – Pengamen…!!! mungkin telinga kita tidak asing lagi dengan sebuah kata tersebut, yang selalu kita dengar dan kita jumpai bukan hanya di kota kota besar, di dalam bis kota, atau pun di hingar bingarnya pasar tradisional dan pertokoan, sat ini pun sering kita jumpai Musisi musisi jalanan ini, keluar masuk perkampungan untuk mengumpulkan recehan demi recehan dengan imbalan suara yang merdu nan mendayu dayu, dengan di iringi alat musik seadanya, hingga terkumpulah pundi pundi rupiah.

Aan Nurhadi Wiyanto salah satu pengamen yang ber KTP kan Desa Gedung Ombo Kecamatan Semanding bersama dua rekanya yaitu Sholikin warga Desa Margomulyo Kecamatan Kerek serta Yadi warga Desa Bejagung Kecamatan semanding, ini pun juga melakoni Hobbinya mengamen sejak beberapa tahun yang lalu. mereka sudah kenyang  merasakan pahit manis ya di cuekin sama pemilik rumah di mana mereka mengamen, serta tak jarang pun mereka di lempar uang recehan dari lantai atas oleh pemilik rumah, namun itu pun tak membuat Aan bersama dengan rekan rekanya berhenti  ber ekspresi melalui karya karya seninya.

Menurut Aan dalam sehari mereka mengamen bisa mendapatkan Rp 200.000 bahkan sampai kisaran Rp. 400. 000 ” Kalau dalam sehari biasanya dapat 450 ribu , 300 ribu kalau sepi ya cuma dapat 200 ribu” Ungapnya.

Lebih lanjut Aan mengungkapkan bahwa mereka memilih pelosok desa untuk mengamen karena mengindari bertemu dengan tetangga atau orang lain yang mengenali dirinya. ” Kalau saya ngamen di kota  nanti saya malu ketemu dengan orang yang kenal sama saya , kalu di desa seperti ini kan gak ada orang yang saya kenal” tambah lelaki kelahiran tahun 1990 itu,

Aan sendiri menjadikan ” Ngamen” bukan sebagai profesi, menurutnya ngamen hanya di jadikan pengisi senggang disaat ia tidak ada garapan dalam pekerjaanya ‘” ini saya lakukan hanya sekedar hobby di saat nganggur saja, kalau ada kerjaan proyekan saya juga ikut proyekan” jelas lelaki satu anak ini.

Hal serupa juga di sampaikan rekanya Yadi lelaki yang agak gondrong ini menyatakan bahwa ia melakoni ngamen ini tidak menjadikanya malu asal tidak merugikan orang lain ” Saya mengamen selain hobi , yang penting apa yang saya jalani tidk merugikan orang lain dan halal” [AM]

Tinggalkan Balasan