Menu Click to open Menus
Home » BERITA KIM RONGGOLAWE » Tertimbun Longsoran Pasir, Penambang Asal Bancar Ini Meninggal

Tertimbun Longsoran Pasir, Penambang Asal Bancar Ini Meninggal

22 Maret 2018 8:34 pm | diplublikasikan oleh |

Petugas dibantu warga saat mengevakuasi korban

KIM Ronggolawe – Lokasi tambang gunung pasir Desa Latsari Kecamatan Bancar Kabupaten Tuban Kamis, (22/03) menelan korban jiwa, adalah Suparman (30) pria yang berprofesi sebagai penambang pasir tersebut ditemukan meninggal dilokasi tambang sekitar pukul 14.30 WIB.

Sebelum kejadian nahas tersebut terjadi, korban bersama empat orang temanya yakni  Marso, Subarjo, Dasun dan Gogon, seperti biasa  melakukan penambangan pasir secara manual dengan menggunakan alat tambang berupa cangkul, sekop, gancu dan besi, dengan cara para penambang mencangkul dan menggancu pasir yang ada di lereng gunung dengan ketinggian 10 meter dengan kemiringan sekitar 90 derajat, kemudian saat para penambang istirahat, korban bersama Marso mencangkul dan mengumpulkan pasir tersebut, namun saat mulai mencangkul mendadak terjadi longsoran batu dan pasir, dan korban tidak mengetahui adanya longsoran tersebut, sehingga korban tertimbun longsoran pasir dan tertimbun bongkahan batu yang mengakibatkan tubuh korban tertimbun material tersebut.

“Sedangkan Marso yang mengetahui adanya longsoran tersebut berhasil menyelamatkan diri dengan cara melompat,” terang Kasubbag Humas Polres Tuban IPTU Agus Edi Pranoto.

Melihat korban tertimbun longsoran pasir dan bongkahan batu tersebut, kemudian para saksi yang sekaligus rekan kerja korban berupaya membantu mengevakuasi korban, namun karena besarnya bebatuan sehingga para rekan korban tidak berhasil mengeluarkan korban, kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bancar.

Setibanya di Tempat Kejadian Perkara (TKP) Polsek Bancar kemudian mememinta bantuan serta mendatangkan alat berat (exkavator) untuk mencari korban, dan satu jam kemudian korban berhasil ditemukan dan di keluarkan dari longsoran dalam keadaan luka terbuka di kepala dan meninggal dunia.

“Terdapat luka terbuka sepanjang 7 centi meter di kepala, korban meninggal karena pendarahan di kepala, hidung dan diduga korban kekurangan oksigen, di karenakan hidung korban tersumbat dan tertutup pasir,” pungkas Agus.

Dari hasil pemeriksaan petugas korban meninggal murni akibat kecelekaan kerja, selanjutnya perugas menyerahkan jenazah korban kepada keluarganya untuk segera dimakamkan. [AM/HA]

Komentar Facebook