Menu Click to open Menus
Home » BERITA KIM RONGGOLAWE » Diduga Konsleting Listrik, Rumah Nenek Ini Terbakar

Diduga Konsleting Listrik, Rumah Nenek Ini Terbakar

23 Maret 2018 1:45 pm | diplublikasikan oleh |

Rumah nenek Saenah yang terbakar

KIM Ronggolawe – Dusun Krajan Desa Sokogunung Kecamatan Kenduruan Kabupaten Tuban, Jum’at (23/03) sekitar pukul 09.30 digegerkan dengan terbakarnya salah satu rumah warganya.

Diketahui rumah yang terbakar tersebut adalah milik Saenah (60) yang sedang kosong tak berpenghuni karena ditinggal pemiliknya pergi kesawah.

Maryam yang merupakan tetangga korban menyebutkan, bahwa sewaktu ia berada di depan rumah korban (pada saat itu korban berada di sawah) mengetahui asap di atas genting, kemudian ia masuk ke dalam rumah korban untuk memastikan apa yang menyebabkan munculnya asap tersebut, dan betapa terkejutnya ia ketika mengetahui blandar yang terbuat dari kayu yang ada kabel listriknya dan berada di kamar tidur terbakar, kemudian ia berteriak minta tolong, mendengar teriakanya sontak para warga tetangga korban berdatangan menuju rumah korban dan berusaha memadamkan api.

” Saya melihat asap membumbung tinggi di atas genting, kemudian saya masuk dan melihat blandar rumahnya (Saenah : Red) sudah terbakar, kemudian saya berteriak menta tolong ke tetangga,” kata Maryam kepada Polisi.

Menerima laporan adanya kebakaran jajaran Polsek Kenduruan Polres Tuban, langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan berupaya iut membantu memadamkan kobaran api tersebut, namun karena besarya kobaran api pihak Polsek Kenduruan segera menghubungi tim Pemadam Kebakaran yang berada di Kecamatan Jatirogo, serta mengubungi PLN Jatirogo unuk memutus aliran listrik tersebut karena terjadi kebakaran, setelah berjibaku bersama warga untuk memadamkan api sekitar 30 menit kemudian api berhasil dijinakan.

” Bedasarkan keterangan saksi, dugaan sementara penyebab kebakaran adalah konsleting listrik,” ujar Kassubag Humas Polres Tuban IPTU Agus Edi Pranoto.

” Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian materi ditaksir mencapai belasan juta rupiah,” pungkas Agus. [AM/HA].

 

 

Komentar Facebook