Menu Click to open Menus
Home » BERITA KIM RONGGOLAWE » Sarpi, Tokoh Muda Batik di Era Milineal

Sarpi, Tokoh Muda Batik di Era Milineal

12 Juli 2018 1:34 pm | diplublikasikan oleh |

KIM Ronggolawe – Bicara soal batik Gedog memang tak lepas dari Kecamatan Kerek, dan Desa Gaji adalah salah satu pusat pengrajin industrri rumahan tersebut, meski nama Desa Gaji sendiri tidak semoncer Desa Margorejo ataupun Desa Kedungrejo dalam urusan batik gedog.

Sarpi (33)  adalah sekian dari banyaknya pengrajin batik yang ada di Desa Gaji  yang tekad dan keinginan tinggi untuk menciptakan, menekuni dan melestarikan budaya warisan leluhur  yaitu batik.

Wanita yang belajar  menekuni dunia batik sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar tersebut mengungkapkan bahwa keinginanya menekuni batik adalah suatu tantangan baginya dan pada waktu pertama kali lomba batik tingkat Kabupaten Tuban  pada tahun 2013 namun, diwaktu itu ia gagal  lolos menjadi juara kegagalan tersebut lantas tidak membuat wanita 1 anak ini mengendorkan tekadnya untuk terus menekuni batik.

“Pada waktu itu saya tidak lolos alias gagal,tapi saya tidak berhenti sampai di situ, pada
tahun berikutnya yakni tahun 2014 saya mengikuti lomba batik tersebut, akan tetapi tidak lolos lagi,” kenangnya.

Dalam kegagalan yang ke dua kalinya tersebut justru yang membangkitkan rasa penasarannya untuk meraih juara cipta motif batik yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Tuban pada setiap acara Hari Jadi Tuban tersebut, perjuanganya ternyata tidak sia – sia pada tahun 2015, tepatnya pada tanggal 22
Oktober 2015 ia kembali mengikuti lomba cipta motif batik khas Tuban dan mendapat penghargaan juara 2, dengan karya ciptaanya yang diberi judul batik “Batik 3 in 1” .

” Dengan juara tersebut tidak membuat saya puas sampai di situ, saya selalu mengikuti lomba cipta motif dari tahun ke tahun. pada tahun 2016, tepatnya tanggal 10 Mei 2016 saya juga mengikuti lomba desain batik tingkat provinsi Jawa Timur, akan tetapi saya tidak lolos, ” Sambung wanita yang mengaku belajar batik sejak kelas V SD tersebut.

Dengan kegagalan tersebut semakin menjadi pematik dan semangatnya untuk semakin menjuarai disetiap ada perlombaan.

” Alhamdulillah,berkat do’a dan usaha saya, pada tahun 2017 tepatnya pada tanggal 10 Mei 2017, saya meraih juara 2 dalam lomba desain motif tingkat provinsi Jawa Timur dengan judul motif “Ombak Air,” sambungnya wanita yang mengaku hanya tamatan sekolah menengah pertama tersebut.

Tidak hanya itu saja wanita yang akrap disapa Api tersebut daalam tahun yang sama, tepatnya tanggal 22
Oktober 2017 ia membuat 2 karya motif, yang masing – masing meraih juara 1 dalam lomba cipta motif khas Tuban, dengan judul motif  “ Sandang Pangan dan Papan” dan yang 1 lagi meraih nominasi terbaik dengan judul motif “Kloso Pandan”.

” Pada Tahun 2018 sekarang ini, saya juga mengikuti lomba desain motif tingkat provinsi Jawa Timur, dan meraih juara 3 dengan judul motif “Turonggo Ronggolawe” suatu kebanggaan tersendiri bagi saya bisa mengikuti langkah – langkah para senior batik, khususnya “Emak” saya yang dengan telaten selalu mengajarkan ilmu membatiknya ke anak-anaknya, Pesan saya untuk para pecinta batik atau adik-adik yang ingin mahir dalam membatik, kita harus selalu belajar, berdo’a dan berusaha, kalaupun kita menang ataupun juara, itu hanyalah bonus,” Pungkas Sarpi. [AM/HA]

Komentar Facebook