Bersama KEMENAG Semen Indonesia Gelar Pemantapan Manasik 1.010 Calon Jamaah Haji

KIM Ronggolawe – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dan Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Tuban bekerjasama menggelar kegiatan pemantapan praktek bagi seluruh Calon Jemaah Haji (CJH) dari Kabupaten Tuban yang diikuti kurang lebih 1.010 CJH, termasuk 31 CJH diantaranya adalah karyawan Semen Indonesia, bertempat di Komplek Perumahan (Perumdin) Dinas Semen Gresik di Tuban (17/07).

Kegiatan yang dihadiri oleh Bupati Tuban, H. Fathul Huda, Ka. Kemenag Tuban, Drs. HM. Sahid, MM dan Dirut Semen Gresik, Mokhamad Saifudin ini diharapkan dapat mensinergikan antara program CSR PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dengan program Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban, khususnya di bidang pemberdayaan masyarakat.

Kerjasama tersebut berlangsung seperti di tahun-tahun sebelumnya yang pada pelaksanaannya Semen Indonesia juga memberikan fasilitas berupa gedung, perlengkapan serta konsumsi bagi peserta. Kegiatan ini merupakan bimbingan manasik yang kedua kalinya yang diselenggarakan di Komplek Perumahan Semen Gresik di tahun ini, sebelumnya Semen Indonesia juga telah mengadakan kegiatan serupa beserta 4 tahapan teori yang rangkaian kegiatannya dilaksanakan di Bln. April 2018 lalu dengan diikuti oleh 650 CJH Kabupaten Tuban.

Dalam sambutannya, Mokh. Saifudin, sangat mengapresiasi kerjasama yang dilakukan bersama dengan Kemenag Kabupaten Tuban ini. “Semoga dengan mengikuti kegiatan praktek haji secara massal ini dapat semakin memantapkan niat dan semangat para calon jemaah haji khususnya dari Kabupaten Tuban dalam menjalankan ibadah di tanah suci Mekkah dan Madinah Al Mukaromah,” katanya.

Sementara itu, Drs. HM. Sahid, MM dalam laporannya menyampaikan, bahwa praktek manasik kali ini merupakan yang kedua dan yang terakhir sebelum nantinya para CJH asal Tuban sesuai jadwal dari Kanwil Kemenag Jawa Timur berangkat pada tanggal 31 Juli mendatang.

“Jemaah haji asal Tuban terbagi dalam 3 kloter, masing-masing kloter 42 sebanyak 445 orang, kloter 43 sebanyak 445 orang, dan yang terakhir kloter 44 sebanyak 120 jemaah yang merupakan gabungan dari Tuban, Bojonegoro, Gresik dan Pacitan,” ucapnya.

Begitu juga, H. Fathul Huda dalam bimbingannya kepada para CJH menegaskan, tidak semua orang kaya bisa melaksanakan panggilan ibadah haji. “Para jemaah calon tamu Allah ini harus bersyukur, karena banyak orang yang memiliki kesehatan, orang yang punya uang tapi tidak bisa melaksanakan ibadah haji,” tutur bupati yang juga kyai ini.

Kenapa demikian, bupati dua periode ini menjelaskan, mungkin masih masuk waiting list (daftar tunggu), mungkin belum ada panggilan, dan mungkin belum ada hidayah. “Maka bersyukurlah bagi para calon jemaah haji yang bisa berkesempatan berangkat pada tahun ini. Mudah-mudahan para CJH nanti saat di Makkah dan Madinah diberikan kelancaran semuanya sehingga bisa pulang membawa gelar Haji Mabrur,” pungkas Bupati. [CH/AM]