Kelompok Ternak Binaan Semen Indonesia Ikuti Seminar Pengelolaan Kambing

KIM Ronggolawe – Sedikitnya 55 peserta yang terdiri dari Kelompok Peternak Kokoh binaan Semen Indonesia pabrik Tuban mengikuti seminar pengelolaan ternak kambing, di Auditorium Kantor Pusat Semen Gresik, Tuban, Selasa (30/10).

Dalam seminar tersebut, peserta merupakan kelompok binaan yang ada di tiga kecamatan sekitar perusahaan, yaitu Kecamatan Kerek, Merakurak dan Jenu. Dengan menghadirkan narasumber Lincoln yang merupakan pemilik Ternak Bejoyo, Jombang.

Lincoln usai mengisi seminar saat diwawancarai sejumlah wartawan menceritakan, awal mula dirinya menjadi peternak kambing berawal dari 70 ekor yang dikelola secara mandiri bukan kelompok. “Awal 2015 saya mengawali secara bertahap, semua kambing indukan dan hanya 3 pejantan, dari situ kemudian menghasilkan tambahan anak kisaran 40 ekor,” kata pria keturunan ini.

Kemudian, lanjutnya, baru pada tahun kedua (2016) bisa menghasilkan anak hingga 200 ekor, dengan total kambing yang ia kelola sebanyak 400 ekor. Ia mengaku, dirinya hanya fokus pada jenis kambing boer, dengan tujuan memasyarakatkan pembibitan kambing boer agar para peternak bisa mendapatkan harga yang masuk akal atau bisa dijangkau peternak.

“Bibit kambing boer kisaran umur 1 tahun dengan berat 50 kilogram biasanya mencapai harga Rp 3-4 jutaan,” terangnya.

Dalam seminar itu, dirinya berbagi kiat sukses kepada para peternak kokoh binaan Semen Indonesia agar tekun dan jangan lupa bersyukur. “Kalau pengen sukses ternak kambing harus tekun dan jangan gampang menyerah, kemudian kalau ada waktu sempatkan silaturrahmi dengan para peternak kambing lainnya, jangan terpaku hanya lihat dari media sosial teorinya saja, tapi ada beberapa kiat-kiat peternak yang tidak terekspost di media,” kata pria asli Surabaya ini.

Dirinya juga menyampaikan, modal berapapun dalam usaha ternak kambing kalau tidak tekun tidak akan pernah berhasil, tetapi kalau 1 ekor pun jika ditekuni maka akan bisa. “Saya berharap peternak kambing kokoh binaan Semen Indonesia bisa punya daya tarik di Kabupaten Tuban dan sekitarnya, sehingga bisa menjadi percontohan,” pungkasnya. [CH/AM]