Menu Click to open Menus
Home » BERITA KIM RONGGOLAWE » Desa Margorejo Sukses Gelar CFD

Desa Margorejo Sukses Gelar CFD

4 November 2018 1:27 pm | diplublikasikan oleh |

KIM Ronggolawe – Pasca kunjungan istri wakil Presiden Republik Indonenesia Mufidah Jusuf Kalla beberapa waktu lalu, seakan menjadi cambuk bagi warga Desa Margorejo Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban untuk mengembangkan potensi yang ada di desa tersebut yakni batik gedog, yang mana diketahui Desa Margorejo merupakan sentral batik gedog di kecamatan tersebut.

Dan, guna menggali potensi yang ada  Minggu, (04/11) Desa Margorejo menggelar hari bebas kendaraan atau yang populer dengan sebutan Car Free Day (CFD) yang bertujuan untuk mendongkrak keberadaan batik yang telah turun -temurun di desa tersebut,rangkaian ivent tersebut rencananya akan digelar dari waktu kewaktu secara berkelanjutan.

Kegiatan yang baru digelar pertama kali tersebut selain mengedepankan pasar batik yang dijadikan sebagai prodak unggulan, juga menampilan beberapa kerajinan serta kuliner dan masakan khas ala desa, selanjutnya kegiatan tersebut rencanya akan digelar dalam setiap empat pekan sekali.

Dalam pembukaan CFD tersebut,
Kepala dinas Diskoperindag (Dinas koperasi industri dan perdagangan) Kabupaten Tuban Agus Wijaya dalam sambutanya  sangat mengapresiasi  kegiatan CFD yang diselenggarakan oleh Pemerintah desa setempat

“Kami sangat mengapresiasi agenda ini, seperti pesan yang telah disampaikan oleh Ibu wakil Presiden yang telah berkunjung ke desa ini beberapa waktu silam, bahwa batik gedog tak lagi merambah pasar nasional saja, bahkan internasional, jadi inovasi ini luar biasa, sukses untuk Margorejo”,pungkas Agus Wijaya.

Sementara itu Satria angga salah satu pemerhati budaya Tuban yang tergabung dalam RCC (Ronggolawe Creative Center) sekaligus penggagas kegiatan tersebut saat ditemui reporter kimronggolawe.com disela kegiatan menuturkan bahwa ia bersama komunitasnya mencoba menerapkan kegiatan CFD agar potensi pasar barik di desa tersebut dapat maksimal.

“Kita coba ini, semua potensi desa yang ada di Kecamatan ini diberi kesempatan untuk berniaga ,terutama batik,dan akan terus kita evaluasi tahapanya, jika memungkinkan akan di laksanakan seminggu sekali, kita lihat dululah, tapi melihat trend yang terjadi, kita optimis”,paparnya.

Dari pantauan reporter kimronggolawe.com di lapangan nampak  ada puluhan lapak yang didominasi pengusaha batik gedog mengikuti agenda yang baru pertama dibuka tersebut, serta ratusan pengunjung dari berbagai wilayah di Kecamatan Kerek serta dari luar kecamatan turut memadati area sepanjang ruas jalan desa yang ditentukan oleh panitia.

Sementara turut hadir dalam kegiatan tersebut Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompimka) Kerek, pelaku usaha batik, serta sejumlah undagan lainya. [AM/HA]

Komentar Facebook