Menu Click to open Menus
Home » BERITA KIM RONGGOLAWE » Jambore Wawasan Kebangsaan, Boedi: Ini Tugas Bersama Merawat, memelihara, dan memperkuat Kebhinnekaan dalam Kesatuan Bangsa

Jambore Wawasan Kebangsaan, Boedi: Ini Tugas Bersama Merawat, memelihara, dan memperkuat Kebhinnekaan dalam Kesatuan Bangsa

17 Desember 2018 8:20 pm | diplublikasikan oleh |

KIM Ronggolawe – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Timur bekerjasama dengan Kantor Kesbangpol Kabupaten Tuban menggelar “Jambore Wawasan Kebangsaan” di salah satu hotel di Kabupaten Tuban, Senin (17/12).

Kegiatan yang akan dilaksanakan selama 2 hari ini (Senin – Selasa) diikuti oleh sedikitnya 100 peserta undangan dari unsur Organisasi Masyarakat (Ormas), organisasi mahasiswa, organisasi keagamaan, dan organisasi kepemudaan yang ada di Kabupaten Tuban.

Drs. Boedi Sukorilanto, M.Si, Sekretaris Bakesbangpol Provinsi Jawa Timur dalam sambutannya saat membuka acara menyampaikan, Provinsi Jatim memiliki luas wilayah 47.152 KM2 dengan jumlah penduduk lebih dari 39 juta jiwa terdiri dari 38 kabupaten/kota, yang memiliki keunikan sosial budaya, yaitu budaya Mataraman 45 persen, budaya Madura 30 persen, budaya Arek 20 persen, dan budaya Oseng 5 persen.

Oleh karena itu, lanjut mantan Kabid Integrasi Bangsa pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Timur ini mengingatkan, bahwa membangun kehidupan berbangsa dan bernegara merupakan tugas yang tidak mudah, banyak persoalan dan tantangan yang sangat rumit, dan itu menjadi tugas bersama sebagai bangsa Indonesia untuk merawat, memelihara, dan memperkuat kebhinnekaan dalam kesatuan bangsa.

Boedi mewakili atas nama Kepala Bakesbangpol Provinsi Jatim, Drs. Ec. Jonathan Judianto, M.MT menambahkan, pesatnya perkembangan dan kemajuan jaman, baik di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), telah membawa semua bangsa pada era peradaban global dan modern.

‘Pengaruh yang demikian ini bukannya cenderung menyusut melainkan justru meningkat dan meluas mencakup berbagai aspek kehidupan, termasuk aspek kebangsaan,” kata Boedi.

Oleh karena itu, menurutnya pengaruh peradaban global dan modern tersebut dapat mendangkalkan dan menipiskan rasa nasionalisme suatu bangsa, manakala rasa kebangsaan tidak tertanam dengan subur pada jiwa masyarakat suatu bangsa.

“Suatu bangsa yang sudah terjangkit oleh pedangkalan dan penipisan rasa nasionalisme, mengakibatkan terjadinya gejolak, dan selanjutnya disintegrasi bangsapun tidak terhindarkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Chusnul Yaqin perwakilan dari Kantor Kesbangpol Kabupaten Tuban menambahkan, bahwa wawasan kebangsaan mengamanatkan seluruh bangsa Indonesia agar menempatkan persatuan, kesatuan serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi dan golongan.

“Dalam kegiatan Jambore Wawasan Kebangsaan yang kita selenggarakan ini diharapkan dapat dijadikan inspirasi dan evaluasi untuk menumbuhkembangkan semangat penghargaan terhadap martabat manusia, cinta tanah air dan bangsa, kesetiakawanan sosial serta persatuan dan kesatuan bangsa serta tidak boleh mematikan keanekaragaman dan kemajemukan,” terang Chusnul.

Pada kegiatan ini, panitia menghadirkan narasumber dari unsur praktisi, akademisi, dan anggota legislatif dari Provinsi Jawa Timur. [CH/AM)]

Komentar Facebook