Menu Click to open Menus
Home » BERITA KIM RONGGOLAWE » Tanam 3.500 Mangrove, EMCL dan Yayasan eL-SAL Wujudkan Program Pesisir Hijau dan Bersih

Tanam 3.500 Mangrove, EMCL dan Yayasan eL-SAL Wujudkan Program Pesisir Hijau dan Bersih

23 April 2019 1:07 pm | diplublikasikan oleh |

KIM Ronggolawe – Demi terwujudnya wilayah pesisir yang hijau dan bersih khususnya Desa Karangagung, Kecamatan Palang Kabupaten Tuban, dan untuk mengurangi Global Warming, memperbaiki kualitas ekosistem laut, serta menambah pendapatan ekonomi nelayan dan masyarakat desa setempat, ExxonMobil Cepu Limited menggandeng Yayasan eL-SAL Indonesia memfasilitasi proses mulai pra penanaman, penanaman, sampai ketahapan perawatan pasca penanaman.

Ahmad Shohib selaku ketua panitia dalam keterangannya menyatakan, berkaitan dengan masalah tersebut diatas, maka usaha rehabilitasi laut melalui kegiatan rehabilitasi pesisir pantai sangat diperlukan dalam rangka menyelamatkan pantai dan laut (strategi protectif). Oleh karena itu, sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan SKK Migas dan ExxonMobil Cepu Limited menginisiasi “Program Pembentukan Pesisir Hijau dan Bersih Desa Karangagung”.

Adapun kegiatan rehabilitasi, lanjutnya akan dilaksanakan dalam program ini adalah dengan menanam pohon mangrove (bakau) sebanyak 3.500 pohon. Karena Mangrove merupakan ekosistem yang sangat produktif. Keberadaannya mampu memperkaya keanekaragaman hayati, menghasilkan berbagai produk hutan komersial, melindungi garis pantai, serta mampu mendukung produksi perikanan di kawasan pesisir.

“Selain menanam pohon mangrove juga akan dilaksanakan kegiatan bersih pantai dan penyerahan donasi alat kebersihan kepada masyarakat Desa Karangagung,” kata Ahmad Shohib.

Dalam kegiatan tersebut, sedikitnya melibatkan 125 peserta termasuk diantaranya menghadirkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tuban, jajaran Pemdes, Forkopimcam Palang dan beberapa stakeholder terkait untuk terlibat, yang diawali dengan kegiatan seremonial di balai serbaguna desa setempat, Selasa (23/04).

Bambang Irawan, Kepala DLH Tuban menambahkan, pihaknya mengapesiasi kegiatan tersebut. Namun, pihaknya menyayangkan karena mangrove yang ditanam berada di lahan karang.

“Kalau ini jadi, teman-teman El-SAL luar biasa, ini bisa jadi pilot project jenis-jenis tanaman yang tidak ada pasir dan lumpurnya karena ini karang semua,” terang Bambang.

Karena menurutnya, mangrove itu lahannya bukan karang, tapi butuh lumpur untuk bisa hidup. Sebab di pasir saja tanpa ada lumpur mangrove juga akan mati. Itulah ciri khas mangrove. Kecuali kalau ditanam di sepanjang sungai 90 persen akan hidup. Jadi kalau dengan medan karang atau pasir harus ada perlakuan khusus. [CH/AM]

Komentar Facebook