Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Menu Click to open Menus
Home » BERITA KIM RONGGOLAWE » Lebaran Hari Ke Dua, Kakek di Kerek Ditemukan Meninggal Gantung Diri

Lebaran Hari Ke Dua, Kakek di Kerek Ditemukan Meninggal Gantung Diri

6 Juni 2019 4:58 pm | diplublikasikan oleh |

KIM Ronggolawe – Lebaran masih dirasakan umat muslim diseluruh jagad raya namun, warga Dusun Mayangsari Desa Temayang Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban, Kamis (07/06) sekitar pukul 15.00 WIB, dikejutkan dengan kabar salah satu warganya yang meninggal akibat gantung diri.

Adalah Juwadi (52) pria yang dalam keseharianya berdagang es keliling tersebut ditemukan pertama kali oleh Kuntini (48) yang tak lain adalah istri korban.

Menurut keterangan Polisi dan pihak keluarga saat dilokasi kejadian mengatakan bahwa kejadian tersebut bermula sekitar pukul 14.00 WIB korban masuk kamar setelah selesai melaksanakan salat Dhuhur dan oleh keluarga dikira akan tidur di kamar kosong milik mertuanya yang bersebelahan dengan rumah induk korban.

” Sekitar pukul 14.30 Wib istri korban bermaksud ingin membangunkan dan saat membuka pintu korban di ketahui sudah menggantung pada kayu blandar (sendeng) dengan menggunakan tampar plastik warna kuning dan hijau dengan tumpuan meja,” terang AKP Mujito Kapolsek Kerek.

Selain itu berdasarkan keterangan keluarga dan beberapa saksi yaknu tetangganya, korban beberapa bulan terakhir diduga ada gangguan kejiwaan , karena penyakit mata yang di derita keterangan lain korban sering termenung dan menyendiri dan sering mengatakan ingin mati saja ,

” Korban diduga mengalami ganguan jiwa akibat penyakit yang diderita selain itu korban sering keluar rumah tapa tujuan dan kalau di tanya keluarga atau tetangganya mengatakan ingin mati atau ingin gantung diri, melihat kondisi korban tersebut, keluarganya sudah berusaha mengawasi perilakunya,” jlentreh Kapolsek Kerek.

Diketahui ciri – ciri korban adalah kulit coklat , rambut lurus beruban , tnggi badan sekira 162 centi meter, saat kejadian mengenakan pakaian kaos lengan panjang warna hitam kombinasi lengan warna kuning , saat gantung diri menggunakan tampar plastik, warna hijau dan kuning diikat dengan bandar (sendeng) rumah setinggi 240 centi meter, dengan menggunakan tumpuan meja.

Sedangkan dari hasil pemeriksaan medis oleh petugas Puskesmas Kerek menyebutkab bahwa lidah korban dalam keadaan menjulur keluar, kemaluan mengeluarkan lendir, dubur mengeluarkan kotoran, leher terdapat bekas jeratan tali, serta patah tidak dan diketemukan adanya tanda – tanda kekerasan dan keluarga menolak untuk dilakukan outopsi terhadap jasad korban. [AM/HA]

Komentar Facebook