Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Menu Click to open Menus
Home » BERITA KIM RONGGOLAWE » Dari Hobi Bergitar, Pria Ini Raih Omset Puluhan Juta Perbulan

Dari Hobi Bergitar, Pria Ini Raih Omset Puluhan Juta Perbulan

12 Juni 2019 5:56 pm | diplublikasikan oleh |

KIM Ronggolawe – Berawal dari hobi bermain gitar, Eko Habib warga Dusun Karangrejo RT. 01 RW. 01 Desa Karanglo Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban, sukses meraup omset puluhan juta rupiah dari merangkai dan membuat gitar dari bahan limbah kayu dan memasarkanya dibeberapa kota besar di Indonesia melalui media sosial.

Usaha yang ia rintis sejak setahun yang lalu tersebut kini sudah menuai hasil, dalam satu bulanya pria 33 tahun tersebut mengaku kualahan melayani orderan dari para peminat hasta karyanya tersebut tak jarang pula ia harus menolak pesanan pelanggan jika pelanggan tidak sabar menunggu pesananya jadi.

Dengan bahan baku limbah kayu jenis Rosewood seperti Sonokeling, Mangga, ataupun kayu Mahoni, serta Asem Jawa, yang ia dapatkan dari para petani yang bakal menjadikan kayu – kayu tersebut sebagai kayu bakar, selanjutya Eko Habib membeli limbah kayu tersebut dengan kisaran harga Rp. 50 hingga Rp. 100 ribu, dengan kreatifitas serta ketekunanya ia mampu menjual satu gitarnya dengan harga Rp.1 juta  hingga Rp.3 juta tergantung dari tingkat kesulitan pesanan pelanggan.
” Bahan bakunya saya dapatkan dari para petani yang punya jenis kayu itu (Mahoni,Sonokeling, Mangga, Asem Jawa : Red) yang akan dijadikan kayu bakar, kemudian saya membelinya,” terang pria yang akrap disapa Eko tersebut kepada reporter kimronggolawe.com, Rabu (12/06).

Menurutnya hasil karyanya tersebut saat ini sudah melalang buana di kota – kota besar di Indonesia seperti pulau Kalimantan, Bali, Lampung, Riau, sedangkan untuk ranah luar negeri ia  belum melayani meskipun banyak banyak peminatnya.

“Sebenarnya banyak yang pesan dari luar negeri seperti Italia, Brazil dan lainya namun, karena terkendala dengan bahasa dan cara pengririman serta pembayaranya maka belum saya layani,” jelas pria lulusan Madrasah Tsanawiyah tersebut.

Eko sendiri mengaku bahwa usaha otodidak yang ia geluti saat ini sangat menjanjikan, meskipun saat ini ia baru mempekerjakan satu orang, kedepanya ia berharap dapat membuat show room untuk galeri gitar hasil karyanya, serta mampu mempekerjakan warga sekitar sehingga sedikit banyak dapat mengurangi tingkat pengangguran yang ada di desanya. [AM/HA]

Komentar Facebook