Menu Click to open Menus
Home » ARTIKEL » Rona Glodakan : Nikmatnya Kopi “Gowok” Ala Glodakan

Rona Glodakan : Nikmatnya Kopi “Gowok” Ala Glodakan

9 Juli 2019 9:11 pm | diplublikasikan oleh |

KIM Ronggolawe – Banyak cerita lahir dari Bukit Glodakan venue Paralayang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Desa Trantang – Wolutengah Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban, bukan hanya suguhan panorama serpihan surgawi yang menawan saat senja hari. Berbagai ungkapan decak takjub juga terucap lirih saat menyaksikan indahnya ciptaa- Nya.

Meskipun kawasan Kerek dapat dibilang salah satu kota kecamatan di Kabupaten Tuban dengan cuaca yang panas menyengat. Namun, berbeda jika berada di puncak Bukit Glodakan, nafas ngos – ngosan setelah meniti tangga menuju puncak, akan terobati dengan sejuknya desiran angin pegunugan bukit kapur.

Seketika kelopak mata akan terasa berat, kantuk kian menggelayut membuat tubuh laksana tak bertulang, lemas tersentuh desiran angin kemarau.

Sebelum terlalu dalam mata ini menikmati hembusan angin, ku langkahkan kaki menuju lapak pedagang lokal yang berada di samping pintu masuk bukit Glodakan, ku pesan secangkir kopi hitam kental berharap dapat menjadi penawar rasa kantuk yang kian menyengat.

Benar saja, sebelum lidah mengecap nikmatnya kopi hitam yang saya pesan, aroma kopi yang diaduk si Mbok penjual tersebut sudah merangsang syahwat mataku untuk terbelalak.

” Emm… Mantap,” setelah bibir saya mengecap secangkir kopi yang disuguhkan si Mbok. Rasanya gairah dan semangatku kembali mencuat.

“Mantep tenan kopine, seger Mbok seketika rasa kantuku lenyap,” pujiku.

” Hehe. Ngendikane Bapak – bapak wingi Kopi Gowok pak,” (Hehe.. Katanya Bapak – Bapak kemarin Kopi Gowok Pak) kata si Mbok.

Rasa penasaran dengan nama kopi yang baru disebutkan si Mbok Suwarti tadi semakin memacu rasa penasaranku untuk mengetahui asal usul nama kopi Gowok tersebut.

“Kok saget diwastani kopi Gawok despundi criose Mbok,” (Kok bisa dibilang kopi Gawok bagaimana ceritanya Mbok),” tanyaku memburu jawaban Mbok Suwarti.

” Wingi wonten Pak Sekcam kalian rencang – rencange ngopi teng mriki pak, lajeng kopi teng cingkir niku disalap teng nggene selo supados mboten kutah, piambake lajeng ngendikan menawi kopi teng gowokan selo niku diwastani kopi Gowok,” (Kemarin ada Pak Sekcam ngopi disini bersama teman – temanya, terus kopi yang ada di cangkir dimasukan ke dalam lubang batu agar tidak tumpah, kemudian dia berkata jika kopi disini diberi nama kopi Gowok),” terang si Mbok panjang lebar.

Sembari manggut – manggut saya mendengarkan cerita simbok, lucu dan unik memang namanya, emm… Kopi Gowok, semoga cita rasa alami kopinya dapat menginspirasi lubang – lubang yang belum tertutup di Bukit Glodakan, segera dapat ditutup dengan beberapa fasilitas venue Paralayang, agar kelak Bukit Glodakan menjadi salah satu icon pariwisata di Tuban seperti yang diharapkan bocah – bocah mungil yang polos dan tentunya dapat mendongkrak perekonomian warga sekitar.

Penulis :Jhon Yanto Tim Medis Puskesmas Kerek

Editor : Ari Megantara

Komentar Facebook