Menu Click to open Menus
Home » BERITA KIM RONGGOLAWE » Harga Cabai Meroket, Petani :Sudah Mati

Harga Cabai Meroket, Petani :Sudah Mati

14 Juli 2019 4:41 pm | diplublikasikan oleh |

KIM Ronggolawe – Bebarapa waktu lalu para petani dipusingkan dengan jebloknya harga cabai yang merosot drastis hingga berkisar antara Rp. 2 ribuan/ kilogramnya, sehingga banyak para petani putus asa dan membiarkan tanaman cabainya banyak yang mati akibat diserang hama maupun kepanasan.

Namun berbeda dengan beberapa minggu terakhir ini, harga cabai meroket naik dengan kisaran antara Rp. 30 ribu hingga Rp. 35 ribu/ kilogram.

Menurut Jaswadi salah satu pengepul cabai yang mangkal di Desa Kedungrejo Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban Minggu, (14/07) naiknya harga cabai akhir-akhir ini lantaran panen dari petani sudah mulai menipis, ditambah lagi mulai memasuki musim kemarau sehingga cabai yang ditanam petani banyak yang mati.

” Mungkin karena banyak yang mati sehingga harga cabai naik selama dua sampai emat minggu terakhir ini,” ujar Jaswadi.

” Biasanya kalau saat murah dulu bisa dapat 4 sampai 5 kwintal / hari, tapi saat mahal ini paling banter dapat 80 kilogram saja sudah ngoyo,” sambungnya.

Sementara itu Warti petani cabai juga mengatakan hal serupa, ia mengaku disaat cabai kondisi merosot kemarin ia dalam tiap harinya mampu menhasilkan dan menjual hingga 30 kilogram, namun untuk saat ini ia mengaku hanya dapat untuk masak tiap hari.

” Sudah mati semua cabainya, ini masak gak beli saja sudah seneng,” ujar wanita satu anak tersebut.

Hal senada juga disampaikan oleh Abdul Karim pria dua anak asal Dusun PuterĀ  Desa Kedungrejo itu mengaku jika cabai yang ia tanam dengan sistem tumpang sari tersebut sudah mati satu bulan yang lalu, sehingga dengan harga cabai yang mahal saat ini, ia tidak ikut kecipratan.

” Sudah mati lama mas, kemarin saat cabai murah sudah tidak semangat lagi merawatnya jadi pada keserang hama, ee.. Sekarang malah mahal,” pungkasnya sembari ketawa. [AM/HA]

Komentar Facebook