Kisah Sukses Produsen Kostum Karnival Hingga Layani Pemesan Luar Negeri

BERITA KIM RONGGOLAWE

KIM Ronggolawe-Musim Agustusan saat ini, menjadi berkah bagi sebagian galeri atau tempat persewaan dan pembuatan kostum karnival, termasuk diantaranya Griya Bidadari milik Muhammad Arif Wahyudiyono, di Desa Tunah Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban.

Pria lajang kelahiran 1983 ini mengaku menggeluti usaha pembuatan berbagai kostum karnival sejak 7 tahun yang lalu, awal ide muncul saat ia mendapat tawaran dari teman-teman komunitasnya dari Banyuwangi dan Jember yang sudah duluan membuka usaha yang sama, dan akhirnya ia tertarik dan mencoba mulai dari nol.

Yudi menceritakan, ia awalnya merintis usaha salon dan rias di rumahnya, kemudian muncul inisiatif untuk mencoba peruntungan lain dengan persewaan dan pembuatan kostum karnival yang banyak diminati dan ternyata bisa berkembang hingga sekarang.

“Pada musim bulan Agustus seperti saat ini banyak yang menyewa dan pesan kostum untuk kegiatan karnaval, bukan hanya lokal Tuban tapi juga luar daerah,” kata Muhammad Arif Wahyudiyono saat dikunjungi sejumlah wartawan di rumahnya, Rabu (07/08).

Bahkan, lanjut Yudi sapaan akrabnya, ia juga pernah melayani pemesanan kostum karnival karyanya hingga luar negeri. “Pernah ada pemesan dari China dan Thailand, pesannya melalui Instagram saya, ternyata dia salah satu pesulat internasional tapi saya lupa namanya,” aku Yudi.

Selain sebagai produsen berbagai kostum karnival, ia juga aktif ikut berbagai karnival di daerah lain, seperti Jember Fashion Carnival, Banyuwangi, Solo, Jakarta, Semarang, Kalimantan bahkan hingga Singapura dan China.

“Kalau ikut karnival seperti itu selama ini pakai biaya pribadi dan dibantu komunitas seni dan batik Alumni Smansa Tuban angkatan 93,” imbuh pria yang biasa menyabet juara dengan kostum “Devil Viking” andalannya.

Ditanya tentang pembuatan kostum karnival, ia mengaku melayani pemesanan mulai harga ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah. Sedangkan untuk persewaan kostum yang tersedia di galerinya ia menyediakan berbagai macam jenis mulai untuk usia anak-anak hingga dewasa dengan harga puluhan ribu sampai ratusan ribu rupiah.

Ia mengaku, untuk usaha pembuatan kostum karnival ia mempekerjakan 3 orang di rumah dan 7 orang pekerja lepas, dengan masa produksi 1 hari hingga 2 bulan tergantung tingkat kerumitan dan desainnya.

Disinggung terkait omsetnya, “untuk bulan Agustus seperti ini bisa mencapai hingga puluhan juta,” jawabnya singkat. [CH/AM]