Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Menu Click to open Menus
Home » BERITA KIM RONGGOLAWE » Agustusan, Pengrajin Asesoris Karnaval Ini Kebanjiran Orderan

Agustusan, Pengrajin Asesoris Karnaval Ini Kebanjiran Orderan

16 Agustus 2019 11:08 am | diplublikasikan oleh |

KIM Ronggolawe – Bulan Agustus merupakan bulan yang paling menyibukan sekaligus bulan yang menjadi berkah tersendiri bagi para pengrajin devile dan asesoris penunjang pawai karnaval 17-an.

Sukirno pria 39 tahun asal Dusun Luwuk Desa Kedungrejo Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban, adalah salah satu pengrajin devile yang dalam tiap tahunya mampu meraup orderan hingga puluhan juta rupiah dari jasanya membuat dan merangkai aneka devile dan maskot karnaval pesanan pelanggan.

Dengan menggunakan bahan dasar busa hati pria satu anak yang menggeluti usaha kreatifnya sejak awal tahun 2000 an tersebut mampu menciptakan berbagai macam , asesoris atribut karnaval seperti, mahkota, devile, mobil hias serta berbagai replika lainya.

Ia juga mengaku kualahan melayani pesanan pelanggan dalam tiap tahunya karena dalam mengerjakan pesanan pelanggan ia hanya di bantu oleh istrinya serta terkadang dibantu oleh kerabatnya.

” Dalam Agustusan seperti ini bisa sampai 9 pesanan lembaga pendidikan yang pesan disini, itupun sudah saya batasi karena sudah tidak sanggup lagi,” kata pria yang akrap disapa Mbah Sukir itu Jumat, (16/08).

Selain lembaga – lembaga pendidikan yang memanfaatkan jasanya pada moment Agustusan, dalam tahun ini ia juga mengerjakan Devile dan maskot karnaval yang telah dipesan oleh jasa perias pengantin.

Ditanya terkait harga pemesanan Mbah Sukir menerangkan bahwa untuk lembaga atau perorangan yang memesan untuk menghias mobil karnaval dihargai kisaran 15 jutaan sedangkan untuk kendaraan roda tiga kisaran 3 jutaan.

“Soal harga bervariasi tergantung tingkat kerumitan serta banyaknya yang dipesan,” sambungnya.

Pria yang juga seorang Guru Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) di kampungnya tersebut juga berkeinginan untuk mengembangkan usahanya agar kelak dapat memberdayakan pemuda yang ada di kampungnya, namun keinginanya tersebut terpaksa harus ia pendam untuk sementara waktu karena masalah pendanaan.

” Saya berharap kelak dapat mengembangkan usaha ini agar dapat menampung para pemuda yang mungkin punya bakat dan minat dalam usaha kreatif seperti ini,” pungkas pria yang masih aktif berstatus sebagai pengurus Karang Taruna Kecamatan Kerek itu. [AM/HA]

Komentar Facebook