Menu Click to open Menus
Home » BERITA KIM RONGGOLAWE » 5 Desa di Kerek Raih Penghargaan Kinarya Bhakti 2019, Ini Datanya

5 Desa di Kerek Raih Penghargaan Kinarya Bhakti 2019, Ini Datanya

26 Agustus 2019 4:26 am | diplublikasikan oleh |

KIM Ronggolawe – Rangkain kegiatan peringatan HUT RI ke – 74 tahun 2019 Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban, dibarengi dengan apresiasi kinerja Pemerintah Desa (Pemdes) dan pengantar tugas bagi Kepala Desa periode tahun 2019-2024, Minggu malam (25/08).

Apresiasi bagi desa – desa berprestasi yang diberi nama “Kerek Kinarya Bhakti 2019″ tersebut merupakan kali kedua yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kecamatan Kerek. Sebanyak tujuh kategori diberikan terhadap  lima desa yang berprestasi yakni, Desa Mliwang, Desa Margomulyo, Desa Karanglo, Desa Margorejo dan Desa Sumberarum.

Camat Kerek, Sugeng Purnomo, S.IP dalam sambutanya menyatakan sangat mengeapresiasi kinerja dari jajaran Pemdes yang telah menerima anugrah penghargaan tersebut.

“Kategori pelunasan PBB – P2 tercepat
Pajak bumi dan bangunan pedesaan dan perkotaan (PBB P2) adalah yang pemungutanya  diperlukan peran aktif Pemerintah Desa  dalam mensukseskan pelunasan apalagi pelunasan PBB  P2 ini juga merupakan sumber Pendapatan Daerah  dan sekaligus persyaratan pengajuan pencairan ADD tahap kedua. Sehingga pelunasan PBB P2 ini juga dapat mempengaruhi pembangunan dan kegiatan di desa yang bersumber  dari Alokasi Dana Desa (ADD).
Desa Sumberarum adalah desa yang pelunasan PBB – P2 tercepat dibandingkan desa-desa lainnya, maka untuk itu selayaknya Desa Sumberarum mendapatkan apresiasi dan penghargaan,” ucap Camat mengawali sambutanya.

Sedangkan penghargaan Kerek Kinarya Bhakti 2019 dengan kategori Tertib Administrasi Kependudukan dan Catatan Sipil diberikan kepada Desa Milwang.

Menurut Camat Sugeng Administrasi kependudukan adalah rangkaian kegiatan penataan dan penertiban dokumen dan data kependudukan melalui pendaftaran penduduk pencatatan sipil dan pengelolaan informasi penduduk serta pendayagunaan hasilnya untuk pelayanan publik pemerintahan dan pembangunan.

” Desa Mliwang adalah desa yang telah menuntaskan  Administrasi kependudukan baik itu Kartu Keluarga (KK), KTP – El serta telah menuntaskan perekaman KTP – El dan di tahun ini akan menuntaskan Kartu Identitas Anak (KIA),” katanya.

Selain mendapatakan penghargaan dalam kategori Tertib Administrasi Kependudukan dan Catatan Sipil desa Mliwang juga mendapatakan enghargaan dalam kategori Pemanfaatan APBDes di Bidang Kesehatan Dalam Pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT).

Menurut Camat Peningkatan status gizi balita di posyandu diperlukan peran aktif  dari Pemdes untuk memberikan dukungan dana yang bersumber dari APBDes khususnya pemberian Pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita dan juga partisipasi dari masyarakat pastinya.

” Dari 7 desa di wilayah puskesmas Gaji setelah di evaluasi tentang dukungan Pemdes penyediaan dana dalam APBDes dan partisipasi masyarakat paling banyak adalah Desa Mliwang. Maka Desa Mliwang layak mendapatkan penghargaan Kerek Kinarya Bhakti 2019 kategori Pemanfaatan APBDes di Bidang Kesehatan Dalam PMT,” lanjutnya.

Selanjutnya penghargaan Kerek Kinarya Bhakti 2019 kategori Peran Serta Pemdes dalam Penyelenggaraan Pendidikan di berikan kepada Desa Margomulyo.

“Pencanangan wajib belajar 12 tahun oleh pemerintah wajib didukung oleh semua lapisan masyarakat, termasuk Pemerintahan Desa. Penyelenggaraan satuan pendidikan di semua tingkatan baik pendidikan formal maupun non formal oleh Pemdes Margomulyo sangat membantu program wajib belajar tersebut. Kerek Kinarya Bhakti 2019 mengapresiasi Pemdes Margomulyo dalam berperan serta atas penyelenggaraan pendidikan dari Kelompok Belajar (KB) sampai SMA / sederajat,” sambung Camat.

Sementara Suharum,  Kepala Desa Karanglo pada malam tersebut mengangkat penghargaan sebagai  desa Siaga Terbaik Dalam rangka  mewujudkan desa siaga.

Dalam pemaparan Camat menyebutkan bahwa masalah  kesehatan dibutuhkan peran aktif dari seluruh lapisan masyarakat desa dan dukungan optimal dari Pemdes baik secara meteriil maupun non materiil sesuai dengan kesepakatan  masyarakat desa.
Penyediaan anggaran desa dalam bidang kesehatan, partisipasi masyarakat dalam bidang UKBM serta dukungan dari Pemdes sangat berpengaruh dalam penilaian desa siaga.

Sedangkan Junaedi, Kades Margorejo berjaya pada tahun ini dengan mendapatkan dua penghargaan sekaligus, yakni kategori pengendalian penduduk dan Keluarga Berencana (KB) dan kategori  Pembangunan dan Pemanfaatan Sarana dan Prasarana Kamtibmas.

Program kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga (KKBPK) merupakan salahsatu unsur penting dalam peningkatan  kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Keberhasilan program tersebut tidak lepas dari kepedulian dan partisipasi aktif pemerintahan desa, yang mampu mengoptimalkan seluruh komponen dalam program KKBPK, baik itu kader KB, TP PKK Desa maupun sumberdaya yang ada di desa. Salah satu indikator keberhasilan dalam program KKBPK adalah tingginya pencapaian akseptor MKJP .
Sebagai apresiasi atas upaya yang telah di capai, maka Kerek Kinarya Bhakti 2019  kategori pengendalian penduduk dan KB diberikan kepada Desa Margorejo.

Selain itu, pembangunan 32 Pos Kamling di Desa Margorejo  yang merupakan upaya dari masyarakat guna mendukung terciptanya situasi Kamtibmas yang lebih kondusif serta membangkitkan kembali kesadaran masyarakat akan pentingnya meningkatkan kesadaran dan daya tangkal terhadap masalah keamanan dan ketertiban di masing-masing lingkungan.

” Dengan memanfaatkan APBDes dan swadaya masyarakat maka Desa Margorejo layak mendapatkan  penghargaan Kerek Kinarya Bhakti 2019 kategori  Pembangunan dan Pemanfaatan Sarana dan Prasarana Kamtibmas,” tutup Camat Sugeng. [AM/HA]

Komentar Facebook