BPJS Ketenagakerjaan Gelar Gathering Bersama Perusahaan di Tuban, Ini yang Disampaikan

BPJS Ketenagakerjaan Gelar Gathering Bersama Perusahaan di Tuban, Ini yang Disampaikan

KIM Ronggolawe– Sedikitnya 50 perusahaan ternama di Kabupaten Tuban mengikuti Gathering Perusahaan yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan KCP Tuban, di Kayu Manis Resto Tuban, Selasa (15/10).

Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Penanaman Modal, PTSP, dan Tenaga Kerja Kabupaten Tuban, Tajuddin Tebyo didampingi Kabid Hubungan Industrial, Dinas PM, PTSP, dan Naker Tuban, Wadiono.

Kepala Dinas PM, PTSP dan Naker Tuban, Tajudin Tebyo dalam keterangannya usai acara menyampaikan, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Sebab menurutnya, berdasarkan data Dinasnya kepatuhan perusahaan yang bagus.

“Dinas kami sudah ada MoU (nota kesepakatan) dengan BPJS Ketenagakerjaan, sehingga kepatuhan perusahaan di Tuban untuk bayar iuran sangat bagus dan sesuai target, baik itu perusahaan besar atau perusahaan kecil sama saja,” terangnya.

Sementara itu, Budi Santoso, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan wilayah Bojonegoro-Tuban-Lamongan mengaku acara tersebut dalam rangka update informasi terkait aturan BPJS Ketenagakerjaan yang baru, karena berkaitan dengan perusahaan yang tertib administrasi, tertib iuran dan tertib mendaftarkan karyawan perusahaannya kepada BPJS Ketenagakerjaan.

“Progres setiap tahun kepesertaan perusahaan terhadap BPJS Ketenagakerjaan selalu meningkat. Dari tahun lalu hingga sekarang minimal meningkat 20 persen,” ungkapnya.

Sependapat dengan hal tersebut, Rofiul Mashudi Kepala KCP BPJS Ketenagakerjaan Tuban mengakui, dari akhir 2018 angka yang sudah menjadi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sebanyak 1.050 perusahaan, hingga Oktober 2019 meningkat menjadi 1.500 lebih perusahaan.

“Maka dari itu, Gathering Perusahaan ini bukan pertama dan bukan yang terakhir kita laksanakan. Sebab ini akan terus berkelanjutan,” kata pria berkacamata itu.

Rofiul menjelaskan, tujuan utama kegiatan tersebut yaitu untuk review kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan supaya semuanya bisa mendaftar kepaket lengkap (jaminan kecelakaan kerja, kematian, jaminan hari tua, dan jaminan pensiun).

“Selain itu juga untuk menginformasikan rencana peningkatan manfaat bagi peserta, tapi saat ini masih menunggu ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo,” papar pria asli Gresik itu.

Kemudian, pihaknya juga mengenalkan aplikasi BPJSTKU yang bisa didownload di play store, yang fungsinya bisa mengetahui semua yang berkaitan dengan kepesertaan, mulai berapa saldonya, kapan iuran terakhir dibayarkan dan seterusnya.

“Semuanya transparan, hak pekerja bisa diketahui semua termasuk iurannya dan pelaporan gajinya, semua hak tersampaikan dan tidak ada yang dilanggar,” imbuh Rofiul.

Berikutnya, pihaknya juga mengenalkan program yang namanya Gerakan Nasional Peduli Perlindungan Pekerja Rentan (GN LINGKARAN) dengan harapan seluruh perusahaan di Tuban terpanggil untuk memikirkan pekerja-pekerja rentan di sekitar perusahaannya melalui skema donasi atau pembiayaan.

“Ini juga sesuai dengan arahan Bupati Tuban, H. Fathul Huda bagaimana angka kemiskinan di Tuban bisa berkurang dan salah satunya melalui program GN LINGKARAN yang akan terus kita gaungkan kepada perusahaan-perusahaan,” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan KCP Tuban memberikan penghargaan kepada perusahaan yang mendaftarkan pekerja terbanyak kepada PT. Merdeka Nusantara dan kepada perusahaan dengan jumlah iuran terbesar kepada PT. TPPI Tuban. [CH/AM]