21 April 2021

Pertama di Indonesia, MTQ Jatim di Tuban Berbasis IT

KIM Ronggolawe– Baru pertama kali di Indonesia
MTQ (Musabaqoh Tilawatil Qur’an) JATIM sejak tahun 2005 di Sumenep telah menggunakan IT MUSABAQAH (sistem penilaian berbasis IT) dengan menggunakan nilai tengah untuk menghindari Dewan Hakim yg akan menjatuhkan atau mengangkat nilai, sehingga tidak akan terjadi hal tersebut.

Selain itu nilai juga langsung terlihat sesaat setelah peserta selesai penampilan, untuk transparansi dan menghindari perubahan nilai oleh dewan hakim yg tidak puas.
Tahun ini yang terbaru adalah MTQ JATIM menggunakan aplikasi emaqraonline yaitu official tidak perlu bertemu panitera untuk mencabut maqra, sehingga menghemat waktu dan tidak akan terjadi kongkalikong.

MTQ Jatim ke 28 di Tuban diikuti 1.779 Kafilah, (peserta 1.321 dan official 458), Dewan Hakim 106, Panitera 12 , Dewan Pengawas 5, Koordinator Dewan Hakim 4 orang, Dewan Juri Pawai Taaruf 3, dan Dewan Juri Pameran 3 orang.

PLT Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Drs. Amin Mahfudz, M.Pd.I, membacakan sambutan Ketua LPTQ Provinsi Jatim, bahwa tugas dewan hakim sangat berat, di harapkan makin berkualitas dan mengalami peningkatan dalam setiap aspeknya. Sistem penilaian harus makin baik dari waktu ke waktu.

“Dan sejak tahun 2013 di Surabaya MTQ JATIM telah menggunakan LIVE STREAMING agar bisa disaksikan oleh seluruh orang di penjuru dunia, untuk bahan evaluasi dan pembelajaran bagi generasi berikutnya. Sejak tahun 2015 di Banyuwangi MTQ JATIM telah menggunakan pendaftaran online dan fingerprint seluruh peserta untuk menghindari joki dan pemalsuan data, tahun ini diperkuat dengan NIK yang langsung terhubung dengan database kependudukan, sehingga sulit untuk memalsukan data, semua riwayat peserta terekam di IT MUSABAQAH. Sejak 2017 di Kabupaten Pasuruan MTQ JATIM telah menggunakan E-MAQRA (Aplikasi Maqra berbasis IT), untuk menghindari kebocoran soal dan maqra bisa disaksikan oleh semua orang sehingga transparan, aplikasi tsb telah diadopsi oleh MTQ Nasional di Medan 2018 dan STQ Nasional 2019 di Pontianak,” jelasnya.

Acara pelantikan dewan hakim MTQ Jatim di laksanakan di pendopo Krido Manunggal Tuban, Jumat malam (25/10/2019), yang sebelum pelantikan di awali pembacaan SK oleh Sekretaris LPTQ Provinsi Jatim, Drs. H. Moch. Isa, M.Si. Acara ini di hadiri selain dewan hakim dan para pejabat kabupaten se Jatim, juga Bupati Tuban, H. Fathul Huda dan PLT Kakanwil Kemenag Provinsi Jatim, Drs. Amin Mahfudz, M.Pd. I, acara di akhiri dengan doa yang di pimpin oleh Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten Tuban, Drs. Sahid, MM. Terakhir sebagai informasi bahwa aplikasi emaqro dan live streaming di buat oleh H.N.Y Shirothol Mustaqim, MA, kasi MTQ Kanwil Kemenag Provinsi Jatim. [CH/AM]