KPP Pratama Tuban Gelar Pajak Bertongklek dan Festival Mural

KPP Pratama Tuban Gelar Pajak Bertongklek dan Festival Mural

KIM Ronggolawe – Kantor Pelayana Pajak (KPP) PratamaTuban menyelenggarakan Pajak Bertongklek dan Festival Mural di halaman kantornya, Jl. Pahlawan, No. 8 Tuban, Minggu (17/11), pagi.

Belasan tim tongklek dari Kabupaten Tuban dan Lamongan tersebut unjuk seni mengolah gamelan dan kentongan menyajikan tampilan yang atraktif, sehingga menyulap pengunjung dan hadirin yang datang ke kantor pelayanan pajak tersebut terhibur.

Disisi lain juga tampak puluhan peserta mural mulai mengaduk cat pewarna kanvas untuk menggambar tembok yang disediakan. Sketsa sesuai desain dikembangkan dengan apik. Kuas dan beberapa alat pewarna lain dikreativitaskan agar tampilan semakin bagus.

Mural yang dilombakan sengaja dengan tema pajak. Bahkan subtema pajak mampu dikembangkan melalui kreativitas jari jemari peserta. Perpaduan warna dan kesesuaian gambar menjadi incaran juri yang menilai. Bahkan kerjasama kelompok juga turut menjadi poin.

Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat (P 2 Humas) Kanwil DJP Jatim, Nyoman Ayu Ningsih yang turut datang melihat Festival tersebut bangga akan kreativitas yang dilakoni oleh jajaran KPP Pratama Tuban. Sebab, kantor pelayanan pajak mampu berevolusi dengan baik disegala bidang, khususnya dengan seni. Baik seni lukis dan seni musik yang diaplikasikan di Tongklek dan Mural.

Menurutnya, Pajak sangat diuntungkan dengan adanya festival ini. Karena bisa mengenalkan, mempromosikan dan melakukan sosialisasi secara luas kepada masyarakat langsung. Kedepan, pajak akan terus berinovasi dan bertransformasi menjadi lebih baik melalui berbagai bidang.

“Kita bisa berubah dan mensosialisasikan melalui banyak cara, salah satunya dengan seni tongklek. Sangat bagus kegiatan ini, semoga bisa dicontoh jajaran lain,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala KPP Pratama Tuban, Eko Radnadi Susetio menjelaskan bahwa kegiatan ini sengaja dipilih agar kebudayaan dan seni yang ada di Kota Bumi Wali ini memiliki nafas dan wadah. Serta bisa diperhatikan dengan baik dan memiliki panggung.

“Kesan dan pesan yang kita sampaikan dengan taat pajak dan sadar pajak itu tersentuh dengan seni. Sehingga bentuk sosialisasi kita menyeluruh dan bisa mengena, ” pungkasnya. [CH/AM]