Kecamatan Kenduruan Dapatkan Bimbingan KIM dari Diskominfo Tuban

BERITA KIM RONGGOLAWE PEMERINTAHAN PENDIDIKAN TEKNOLOGI

 

KIM Ronggolawe – Sedikitnya 30 peserta yang terdiri dari Kepala Desa, perwakilan Karang Taruna  Kecamatan, serta perwakilan PKK di Kecamatan Kenduruan Kabupaten Tuban Selasa (10/12) mengikuti pendampingan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dari dinas Komunikasi dan Informasi (KOMINFO) Kabupaten Tuban.

Kegiatan yang diselenggarakan di pendopo kecamatan setempat itu dibuka langsung oleh Camat Kenduruan Drs. Joko Purnomo, dalam sambutan singkatnya Joko menyambut positif kegiatan yang diselenggarakan oleh Diskominfo Kabupaten Tuban serta ia berjanji bakal mengupayakan pembentukan KIM di masing – masing desa di kecamatan yang terdiri dari 9 desa tersebut.

” Mudahan mudahan segera terbentuk KIM  di Kecamatan Kenduruan terlebih dalam tiap desa, sehingga mampu mengangkat potensi yang ada di Kecamatan Kenduruan ini, ” ujar pria yang pernah menjabat sebagai Sekcam di Kecamatan Kerek itu.

Dalam kesempatan itu bertindak sebagai pemateri adalah Kepala Bidang Komunikasi dan Informasi Publik (Kabid KIP) Diskominfo Tuban, Tutik Maysaroh,
Serta Ari Megantara selalu penggiat KIM Ronggolawe dari Kecamatan Kerek.
Dalam pemaparanya Tutik Maysaroh menyampaikan pentingnya untuk membuat sebuah KIM di desa – desa di Kabupaten Tuban terlebih dalam tingkat kecamatan, perempuan yang menjabat Kabid KIP Diskominfo sejak awal bulan Oktober tahun ini berharap bahwa kelak di Tuban dapat diadakan kompetisi dari KIM yang sudah dibentuk tiap kecamatan guna menjaring KIM yang dianggap berprestasi sehingga nantinya dapat menjadi delegasi KIM Tuban untuk dikirim dalam ajang Jatim Kominfo Festival (Pekan KIM) yang rutin diadakan tiap dua tahun sekali.

” Kita nanti akan bentuk KIM dan kedepan kita bakal adakan kompetisi untuk memilih KIM mana yang mewakili Kabupaten Tuban dalam ajang Jatim Festival Kominfo mendatang,” pungkas Tutik.

Sementara itu Ari Megantara dalam kesempatan tersebut menyampaikan materi tentang teknis jurnalisme  yang merupakan wawasan dasar bagi para anggota KIM untuk memulai memberikan informasi yang bermanfaat bagi warga masyarakat.

” KIM adalah sebuah media jurnalisme warga, yang mana bersumber dari warga , oleh  warga dan untuk warga, dalam kegiatan KIM nanti diselenggarakan dengan cara swadaya,” jelasnya.

Ari juga menambahkan disamping menggali informasi, mengolah informasi serta menyampaikan informasi keberadaan KIM juga harus mampu untuk mengangkat potensi lokal yang ada melalui media yang diterbitkan oleh KIM, baik itu melalui media blog, website, media cetak, pamflet maupun media radio.

” Diharapkan dengan adanya KIM nanti dapat mengangkat keberadaan potensi lokal yang ada didaerah masing – masing sehingga produk lokal daerah atau potensi lokal dapat dikenal oleh masyarakat luas, ” pungkas pria yang aktif di KIM Ronggolawe sejak tahun 2013 itu. [CH/HA]