Menu Click to open Menus
Home » BERITA KIM RONGGOLAWE » Bupati Tuban Apresiasi Rutilahu Kodim Tuban

Bupati Tuban Apresiasi Rutilahu Kodim Tuban

15 Desember 2019 7:01 pm | diplublikasikan oleh |

KIM Ronggolawe– Bupati Tuban, Fathul Huda secara langsung mengapresiasi atas keberhasilan Program bedah Rumah Tinggal Layak Huni (Rutilahu) yang dilakukan oleh Kodim Tuban 0811.

Program sinergitas dari Pemprov Jawa Timur dan Kodam V Brawijaya itu adalah bagian dari ikhtiyar Bhakti TNI kepada masyarakat untuk mensejahterakan warga kurang mampu. Dari agenda 45 hari pelaksanaan, Kodim Tuban mampu menyelesaikannya dengan apik. Bahkan Over Prestasi dari 430 rumah menjadi 432 rumah.

Kinerja yang baik ini, menjadi acuan Pemkab Tuban untuk meneruskan program yang serupa agar Kabupaten Tuban bisa semakin cepat dalam segi pembangunan disegala sektor. Diharapkan, melalui program ini, Kodim Tuban bisa bersinergi dengan Pemerintah Desa dan stake holder yang ada, khususnya kepada Pemkab Tuban sendiri.

“Terimakasih atas apa yang telah dicapai oleh Kodim Tuban, dalam Program yang baik ini semoga bermanfaat dan dirasakan oleh warga Kabupaten Tuban, “ jelas Bupati Tuban, Fathul Huda.

Sementara itu, Dandim Tuban 0811,Letkol Inf Viliala Romadhon SE, M.I.Pol menjelaskan bahwa Program Rutilahu ini adalah 1 dari 9 poin unggulan PEmprov Jawa Timur yang berhasil disinergitaskan dengan Kodam V Brawijaya dan mampu dilakukan oleh Kodim Tuban 0811

“ini adalah salah satu Nawa Bhakti Satya TNI yang diaplikasikan dengan baik melalui kerja bedah rumah. Rutilahu adalah merupakan program bantuan provinsi yg ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kurang mampu dalam memberikan rumah tinggal yang layak untuk di huni, “ ungkapnya, Minggu (15/12).

Dalam hal ini Kodim 0811 Tuban mendapatkan tugas untuk merehabilitasi 430 unit rumah di wilayah Kabupaten Tuban menjadi layak huni. Dari 45 hari target yg ditetapkan tuban telah menyelesaikan 100% dalam waktu 36 hari.

Semisal yang dialami ibu Warsukami (58) warga Dusun Dolok, Desa Parangbatu, Kecamatan Parengan. Dia mempunyai 3 orang anak dan tinggal bersama suaminya dirumah yg hanya berukuran 3,5 x 6 meter.

Dinding rumah yang hanya terbuat dari dari Gelam atau kulit pohon jati diapit untuk dijadikan dinding rumah. Lantaui rumah jelasa dipastikan masih tanah hitam. Atap rumah yang bocor, Karen masih terbuat dari seng atau esbes. [CH/AM]

Komentar Facebook