Diduga Serangan Jantung, Nenek di Kerek Ditemukan Meninggal di Ladang

Diduga Serangan Jantung, Nenek di Kerek Ditemukan Meninggal di Ladang

KIM Ronggolawe – Warga Desa Wolutengah Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban, Rabu (01/01) dihebohkan dengan meninggalnya Nenek Nasri (58) warga desa setempat saat berada di ladang tanah persil milik Perhutani petak 70C RKPH Nglunde yang diduga akibat serangan jantung.

Kejadian sekitar pukul 10.00 WIB tersebut menurut keterangan Polisi saat dilapangan mengatakan bahwa korban
( Nasri) berangkat ke ladang persil yang jaraknya sekira 3 KM dengan jalan raya dengan berjalan kaki bermaksud seperti biasa membantu membersihkan rumput / besik istilah setempat.

” Sekira pukul 10.00 WIB, saudara korban bernama Jasmani datang sambil membawakan bekal makan siang kemudian korban di undang untuk makan siang saat akan mendekat ke saudaranya tersebut dalam perjalanan mengetahui korban lemas dan pingsan dan saudaranya berteriak minta pertolongan warga yg berada di tegal tempat korban, dan setelah di periksa secara bersama – sama warga korban tidak bernapas atau sudah meninggal dunia,” jelas Kapolsek Kerek IPTU Kadeni, SH.

Selanjutnya mengetahui hal tersebut saksi berteriak memanggil tetangganya yang ada di sekitarnya yg jaraknya sekira 200 meter dan selanjutnya kedua saksi menghubungi warga dan perangkat desa.

” Setelah di TKP dan olah TKP di dapatkan berdasarkan keterangan keluarganya dan dikuatkan beberapa tetangga dekat serta cacatan di Medis dari Puskesmas Gaji korban merupakan Pasien berkala penyakit Hipertensi dan Jantung,” sambung Kapolsek Kerek.

Berdasarkan data yang diperoleh reporter kimronggolawe.com adapun
ciri – ciri korban adalah kulit coklat , rambut lurus beruban . Tinggi badan sekira 160 Centi meter mengenakan pakaian warna coklat serta taiyet warna hitam, dan kain jarik batik.

” Keterangan lain, dari hasil pemeriksaan medis oleh petugas Dokter Kepala Puskesmas Gaji tidak diketemukan adanya tanda – tanda kekerasan dan keluarga menolak untuk dilakukan outopsi,” pungkas IPTU Kadeni.