Menu Click to open Menus
Home » BERITA KIM RONGGOLAWE » Dinkes Tuban Terima Bantuan Dari Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field

Dinkes Tuban Terima Bantuan Dari Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field

17 April 2020 3:34 pm | diplublikasikan oleh |

KIM Ronggolawe – Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field yang beroperasi di wilayah Kabupaten Tuban memberikan beberapa bantuan berupa hand sanitizer, masker dan sabun cuci tangan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tuban, Jumat (17/04).

Bantuan ini merupakan wujud kepedulian anak usaha Pertamina terhadap keselamatan tim medis di Kabupaten Tuban sebagai garda terdepan melawan pandemi COVID-19. Bantuan diserahkan oleh Jason W. Purba, PJS LR Asisten Manajer Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field kepada Kepala Dinkes Tuban, dr. Bambang Priyo Utomo.

“Terimakasih atas sambutannya Dinkes, semoga bantuan ini bermanfaat bagi tim medis dan badai corona cepat berlalu,” terang Jason W. Purba.

Selain di Dinkes Tuban, Pertamina EP Sukowati sebelumnya juga telah berkoordinasi dengan Forkopimcam Soko, Tuban. Perusahaan plat merah ini juga menyalurkan bantuan serupa ke kantor Kecamatan Soko dan desa sekitar operasi.

“Ada thermogun dan hand sanitizer yang kita berikan dan alhamdulillah sudah dipergunakan di beberapa posko yang dibentuk Dinkes,” imbuhnya.

Dukungan Pertamina EP Sukowati diapresiasi oleh Kadinkes dr. Bambang Priyo Utomo, menurutnya bantuan alat kesehatan dan sarana prasarana seperti ini sangat dibutuhkan Pemkab Tuban dan tenaga medis karena selama ini ada kendala di pengadaan.

“Bukan soal uang tapi pengadaan dilakukan oleh semua Dinkes seluruh Indonesia. Jika ada yang sudah siap maka langsung diterima dan disalurkan,” sambung mantan Kepala Puskesmas Tambakboyo itu.

Bantuan seperti ini disalurkan di garda terdepan, yaitu rumah sakit untuk meningkatkan pelayanan masyarakat dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Tuban.

Dokter Andika Megah Miko, yang tak lain adalah dokter di Pertamina EP Sukowati Field menjelaskan, sejak Februari lalu perusahaan telah memperketat pemeriksaan bagi pekerja khususnya dari luar kota.

“Mereka yang dari luar kota wajib lapor ke medik terkait kesehatannya,” sambung dokter Miko.

Pemeriksaan dilakukan dengan dua cara yaitu form offline dan online. Jika ditemukan gejala maka akan ditindaklanjuti sesuai prosedur kesehatan. Artinya perusahaan komitmen dan membantu mempercepat tugas pemerintah. Perusahaan menganggap koordinasi dengan semua pihak adalah sesuatu yang penting bagi pecegahan penyebaran virus Covid-19. [CH/AM]

Komentar Facebook