Menu Click to open Menus
Home » BERITA KIM RONGGOLAWE » Sasar Sejumlah Warung Kopi, Operasi Gabungan Rapid Test Pengunjung dan Bagi Masker

Sasar Sejumlah Warung Kopi, Operasi Gabungan Rapid Test Pengunjung dan Bagi Masker

5 Juli 2020 8:51 am | diplublikasikan oleh |

KIM Ronggolawe – Kapolres Tuban bersama Komandan Kodim 0811/Tuban memimpin giat operasi gabungan penerapan protokol kesehatan di beberapa titik keramaian masyarakat, Sabtu (04/07) malam.

Sebanyak 150 personel gabungan polisi, TNI, Satpol PP, dan Dinas Kesehatan terbagi menjadi 2 tim menyisir sejumlah cafe dan warung kopi di Kecamatan Tuban dan Semanding yang potensi adanya kerumunan.

Kepada awak media, Kapolres Tuban, AKBP Ruruh Wicaksono, SIK.,SH., MH., mengungkapkan operasi gabungan ini sebagai tindaklanjut atas ditetapkannya Peraturan Bupati Nomor 19 Tahun 2020 tentang Kewajiban Penggunaan Makser untuk Mencegah Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Tuban. Masyarakat yang tidak menggunakan masker akan ditahan KTP-nya dan diminta membuat laporan di kantor Satpol PP Tuban.

“Selanjutnya, untuk dapat mengambil kembali KTP masing-masing harus menyertakan surat keterangan dari desa dan kecamatan,” ungkapnya.

Dalam giat itu, personel gabungan mengecek suhu tubuh seluruh pengunjung. Petugas juga telah menyiapkan 40 alat rapid test, kepada pengunjung dipilih secara acak untuk diperiksa. Hasil rapid test akan diumumkan kepada warga yang diperiksa.

Kapolres Tuban menjelaskan, kegiatan penertiban intens digelar sejak 3 bulan lalu yang diawali dengan sosialisasi. Pada awalnya, 90 persen masyarakat belum pakai masker. Berkat upaya pendisiplinan secara intens, saat ini sudah 80 persen masyarakat menggunakan masker.

“Ini sebagai kesiapan menuju tatanan hidup baru (new normal) dengan penerapan protokol kesehatan,” jelasnya.

Melalui kegiatan operasi gabungan ini, lanjut Kapolres, juga untuk meminimalkan terjadi balap liar. Personel gabungan akan dikerahkan untuk patroli rutin di sejumlah titik yang dicurigai sebagai lokasi balap liar.

Mantan Kapolres Madiun ini menambahkan, dicabutnya maklumat Kapolri tentang Pelarangan Berkerumun bukan berarti masyarakat dapat secara bebas berkumpul atau berkegiatan dengan melibatkan banyak warga. Langkah ini dimaksudkan sebagai bentuk pendewasaan masyarakat.

Meski demikian, aparat keamanan dan Gugus Tugas tetap akan memberikan pendampingan serta upaya pendisiplinan jika diketahui melakukan pelanggaran terhadap penerapan prokotol kesehatan.
Pada kesempatan ini, juga dibagikan masker kepada masyarakat yang tidak menggunakan masker. [CH/AM]

Komentar Facebook