Pembukaan Pelatihan Berbasis Kompetensi, Kadisnakertrans Jatim: Bekerja Tidak Hanya Ditentukan Lulusan atau Ijazah

BERITA KIM RONGGOLAWE PERISTIWA

KIM Ronggolawe– Bertempat di UPT BLK Tuban, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur, Dr. Himawan Estu Bagijo membuka pelatihan berbasis kompetensi dari berbagai kejuruan, Selasa (21/07).

Pelatihan kerja ini merupakan kegiatan yang sempat tertunda dikarenakan pamdemi Covid-19 yang sedang melanda sejak Maret lalu.

Dr. Himawan Estu Bagijo dalam keterangannya usai membuka kegiatan menyampaikan, pelatihan kerja ini pada dasarnya adalah reskilling dan upskilling.

“Tadi saya tanya kepada peserta, mereka ada yang lulusan SMK jurusan listrik dan tata boga. Mereka itu perlu upskilling,” tuturnya.

Supaya mereka, lanjut Himayan perlu meningkatkan keterampilan agar nanti bisa ikut uji kompetensi dan punya sertifikasi.

“Karena orang bekerja itu sekarang tidak hanya ditentukan lulusan atau ijazah, tetapi harus ada sertifikasi profesi,” terang Himawan.

Dengan begitu, pihaknya berharap setelah peserta selesai pelatihan bisa ikut uji kompetensi dan dapat sertifikat kompetensi. Sehingga bisa bekerja dengan knowledge yang berbasis skill.

“Jadi skill nya bagus, knowledge nya juga bagus, itu yang utama,” imbuhnya.

Ia mengakui, sejak adanya pandemi Covid-19 ini banyak angka pengangguran, sehingga harapannya mereka bisa punya keterampilan hingga bekerja dan bisa recovery ekonomi.

“Mereka bisa bekerja dan tidak nganggur, nanti bisa menumbuhkan kesejahteraan bagi keluarga,” harapnya.

Pihaknya mengakui, bahwa hal ini adalah tugas bersama, termasuk Pemkab Tuban berkewajiban memantau mereka setelah mendapat pelatihan.

“Kira-kira nanti ada peluang apa, itu tugas kita untuk koneksikan dengan perusahaan-perusahaan agar mereka bisa bekerja,” ungkap Himawan.

Sementara itu, Tri Wahyanto, Kepala UPT BLK Tuban menambahkan, pelatihan ini terdiri dari 8 kejuruan atau paket, dengan jumlah peserta setiap paket 16 orang.

“Total ada 128 peserta pelatihan. Dengan lama pelatihan minimal 1 bulan dan maksimal 3 bulan, tergantung jenis kejuruannya,” timpal Tri Wahyanto.

Untuk diketahui, 8 kejuruan dalam pelatihan ini meliputi: teknisi refrigasi komersial, teknisi sepeda motor, instalasi listrik, practical office advance, menjahit pakaian sesuai style, pengoperasian mesin bubut, tata boga dan desain grafis.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan simbolis kartu BPJS Ketenagakerjaan sebagai tanda bahwa para peserta dilindungi oleh asuransi selama pelatihan.

Tampak hadir pada kegiatan itu Kepala Dinas PTSP dan Naker Kabupaten Tuban, kepala UPT BLK Kabupaten Bojonegoro, Jombang dan Nganjuk. [CH/AM].