Percepat Penanggulangan Covid-19, BNPB Bantu Pemkab Tuban Alat PCR

BERITA KIM RONGGOLAWE PERISTIWA

KIM Ronggolawe– Pemerintah Kabupaten Tuban menerima pinjaman alat polymerase chain reaction (PCR) untuk mendeteksi material genetik virus corona (Covid-19) dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Alat PCR tersebut kini sudah berada di laboratorium Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. R. Koesma Tuban dan siap difungsikan untuk mempercepat penanganan dan penanggulangan pasien Covid-19.

Bupati Tuban, H. Fathul Huda dalam keterangannya usai menerima kunjungan utusan BNPB di pendopo Krido Manunggal Tuban, Kamis (03/09) menyampaikan, adanya alat PCR itu diharapkan secepatnya dapat mendeteksi setiap pasien yang positif Covid-19.

“Selama ini kenapa penyebarannya cepat, karena sekitar 15 hari baru turun hasilnya, dan selama itu pula pasien yang positif (Orang Tanpa Gejala) sering pergi kemana-mana dan menyebar,” tuding bupati.

Sehingga bupati berharap, dengan adanya alat PCR dari pinjaman BNPB ini diharapkan mampu mempercepat untuk menangani dan mendeteksi pasien agar penyebarannya Covid-19 cepat terputus.

“Kita minta alat PCR itu besok sudah bisa beroperasi,” pinta bupati yang didampingi Kepala Dinas Kesehatan Tuban, Kepala BPBD Tuban dan Direktur RSUD dr. R. Koesma Tuban.

Di tempat yang sama, dr. Saiful Hadi, Direktur RSUD dr. R. Koesma menambahkan, untuk mengoperasikan alat PCR tersebut, pihaknya telah menyiapkan 3 orang tenaga analis laboratorium yang sudah dibekali pelatihan operasional alat PCR.

“Setelah ini kita juga akan usulkan kepada Pemkab untuk merekrut 6 orang lagi tenaga analis, sehingga nantinya total 9 orang tenaga analis dengan target Oktober sudah bisa optimal,” kata mantan Kepala Dinkes Tuban itu.

Ia juga menyampaikan, selama ini kapasitas tes laboratorium yang ada maksimal hanya 48 orang per hari, namun dengan adanya alat PCR ini bisa mencapai angka maksimal 200 orang per hari.

Kelebihan lain alat PCR itu, dr. Saiful menambahkan yakni tingkat kecepatan dan akurasinya. “Jika selama ini hasil swab hingga 15 hari lamanya, dengan alat ini cukup 1 hari sudah bisa keluar hasilnya,” paparnya.

Sementara itu, Agus C. Wirawan Presiden Direktur Solusindo Sistem Pratama delegasi dan rekanan BNPB menerangkan, alat PCR tersebut sifatnya dipinjami selama masih pandemi Covid-19.

“Kita dapat penunjukan langsung dari BNPB untuk membantu menekan penyebaran Covid-19 di Jawa Timur, termasuk di antaranya Kabupaten Tuban,” paparnya.

Agus menandaskan, Kabupaten Tuban termasuk salah satu kabupaten yang mendapat pinjaman alat PCR tersebut dari total 7 kabupaten/kota se-Jawa Timur.

“Alat PCR tersebut sudah fullset, bukan hanya mesin PCR saja tapi juga alat dan peralatan pendukung lainnya,” timpalnya.

Untuk diketahui, total ada 200 alat PCR yang dimiliki BNPB se-Indonesia, yang dipergunakan untuk atensi percepatan penanganan dan penanggulangan pandemi Covid-19. [CH/AM]