Fantastis… Biaya Tradisi Seserahan Warga Kerek Capai Hingga Ratusan Juta Rupiah

Fantastis… Biaya Tradisi Seserahan Warga Kerek Capai Hingga Ratusan Juta Rupiah

KIM Ronggolawe– Sebuah tradisi adat Jawa sebagai tanda ikatan jelang pernikahan bagi keluarga mempelai pria di desa terkadang unik dan menarik.

Seperti halnya tradisi di Desa Tengger Wetan, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban keluarga mempelai pria rela membawa seserahan dengan nilai angka yang fantastik.

Tak hanya itu, jenis seserahannya pun unik karena membawa 1 ekor sapi ukuran besar yang nantinya bakal dijadikan hewan sembelihan untuk jamuan pengiring pengantin pria, selain itu perabot rumah tangga seperti meja, kursi, almari, dipan dan kasur juga disertakan dalam prosesi seserahan yang diantar ke kediaman calon mempelai wanita seminggu jelang prosesi akad nikah.

Tak cukup hanya itu, seserahan juga menyertakan puluhan gabah kering dan beras dalam karung, bumbu dapur,rokok, makanan ringan serta minuman untuk perayaan resepsi nantinya.

Bahkan, jika ikatan pernikahan dilakukan dalam satu desa, maka seserahan tersebut akan diarak dengan jalan kaki layaknya pawai karnaval.

Menurut warga setempat seserahan dari calon mempelai pria tersebut dimaksudkan sebagai bentuk wujud tanggung jawab pemeberian nafkah sang suami kepada sang istri kelak dalam mengarungi kehidupan berumah tangga, selain itu serserahan juga dimaksudkan untuk meringankan beban keluarga mempelai wanita, karena pada saat acara pesta pernikahan nanti mempelai pria biasanya datang bersama dengan ratusan pengiring.

Wagi (53) selaku perwakilan keluarga mempelai pria dalam keterangannya mengungkapkan, tradisi tersebut merupakan peninggalan budaya nenek moyang yang hingga saat ini masih lestari dan diteruskan oleh masyarakat desanya.

“Kami bersama rombongan membawa seserahan yang diangkut empat armada colt dan truk dengan nilai mencapai Rp 150 juta,” ungkapnya Jumat, (13/11).

Hal itu dilakukan, karena calon mempelai perempuan dari desa lain, yakni Desa Gemulung, Kecamatan Kerek. Dan baginya wajar bagi kalangan keluarga calon pengantin yang mampu. Sebab menurutnya, mayoritas warga desanya mampu.

Sementara itu, Taryo (48) selaku keluarga mempelai perempuan mengungkapkan rasa terima kasih atas seserahan yang diberikan.

“Kami mohon doa restu semoga pernikahan anak kami Samrotul Ma’rufah dengan A. Rifqi Febrianto Selasa (17/11) nanti berjalan lancar,” pintanya. [CH/AM]