15 Orang Ikuti Vaksinasi Covid-19 Perdana di Kabupaten Tuban

BERITA KIM RONGGOLAWE KESEHATAN PEMERINTAHAN PERISTIWA
(Bupati Tuban, Fathul Huda saat pelaksanaan vaksinasi Covid – 19)

 

KIM Ronggolawe– Pemerintah Kabupaten Tuban telah melaksanakan proses Vaksinasi Covid-19 perdana kepada 15 orang di Pendopo Kridho Manunggal, Rabu (27/01).

Bersamaan itu Bupati Fathul Huda juga mencanangkan pelaksanaan vaksinasi di wilayah Tuban. Vaksinasi yang dilakukan oleh Satgas Covid-19 beserta Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban tersebut, diikuti oleh 15 orang penerima yang terdiri dari tokoh masyarakat dan pejabat publik.

Acara dibuka dengan pembacaan laporan dari Kepala Dinas Kesehatan, Dr Bambang Priyo Utomo. Ia menyampaikan, vaksin Covid-19 jenis Sinovac sampai pada saat ini aman. Vaksin tersebut juga telah dipakai untuk vaksinasi di wilayah Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Gresik.

“Alhamdulillah sampai saat ini belum ada bukti kejadian negatif pasca Vaksinasi, jadi santai saja, Insyaallah aman,” tutur Bambang Priyo Utomo.

Baca Berita Sebelumnya : 2.680 Paket Vaksin Sinovac Tiba di Tuban

Sedangkan Bupati Fathul Huda menyampaikan, proses Vaksinasi Covid-19 pada hari ini diprioritaskan dan diawali oleh tokoh masyarakat, Forkopimda beserta ibu serta tenaga kesehatan (Nakes) dan nantinya semua pasti untuk masyarakat.

“Diprioritaskan pertama untuk tokoh masyarakat dan Forkopimda adalah untuk memotivasi masyarakat, untuk meyakinkan masyarakat bahwa Vaksin ini tidak berbahaya dan tidak ada satupun masyarakat yang nanti sudah dapat jatah vaksin tidak menolak,” tegas Bupati Tuban dua periode.

Usaha vaksinasi adalah usaha yang paling tepat untuk menyelesaikan wabah Covid-19.

“Nanti kita dari Forkopimda akan menyisir semuanya yang dapat vaksin harus mengikuti vaksinasi, vaksin ini sangat aman karena sudah melalui serangkaian uji coba di Indonesia maupun WHO,” ungkap Bupati Huda.

Bupati Huda menghimbau kepada masyarakat agar tidak ada yang terprovokasi dengan berita hoax, karena dengan satu dua orang yang tidak setuju kemudian terpengaruh.

“Saya minta tidak ada yang terpengaruh oleh berita hoax itu, lihatlah kenyataannya Jawa Timur yang sudah divaksin tidak ada yang terindikasi apapun, seandainya ada itu hanya masalah yang ringan-ringan saja seperti pusing tapi itupun belum ada keluhan sama sekali,” katanya.

Mantan Ketua NU Tuban ini tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Forkopimda dan Satgas covid-19 yang tidak pernah lelah serta Nakes yang tidak pernah bosan karena tiap hari yang menghadapi puluhan pasien baru Covid-19.

“Ini adalah kerjasama dan kerja keras yang sudah terlaksana selama ini, mudah-mudahan dibalas oleh Allah,” imbuhnya.

Bupati dan Wakil Bupati Tuban tidak mengikuti vaksinasi dikarenakan menurut validasi dari Kemenkes bahwa Vaksin jenis Sinovac hanya diperbolehkan untuk masyarakat dengan umur 18-59 tahun. Sedangkan Bupati dan Wakil Bupati Tuban berumur diatas 60 tahun.

Adapun 15 penerima Vaksin Covid-19 adalah Kapolres Tuban, AKBP Ruruh Wicaksono, S.I.K, SH. MH., Dandim 0811, Letkol Inf. Viliala Romadhon, SE. M.I.Pol Ketua DPRD Tuban, H. M. Miyadi S.Ag. MM, Kajari Tuban, Bambang Dwi Murcolono SH.MH., Sekda Tuban, Dr. Ir. Budi Wiyana, M.Si, 2 Tokoh Masyarakat Hj. Qodiriyah dan Sri Rahayu, S.Pd., 3 Tokoh Agama, Fatkhur Rozag, Hj. Siti Syarofah serta Pdt. Iskandar Herry Utama, IDI Tuban, dr. Husin Almashur, IDGI Tuban, drg. Ahmad Riza Faruqi, IPI Tuban, Apt. Wiwin Muhamidah Asriningsih. S.Farm, PPNI Tuban, Dr. H. Miftahul Munir, SKM.M.Kes.DIE IBI Tuban, Titik Sumarlinah, SST. [CH/AM]