Berinovasi Tanam Cabai, Petani di Kerek Raup Omset Jutaan Rupiah

BERITA KIM RONGGOLAWE
(Petani saat memanen cabai)

KIM Ronggolawe – Sejak empat bulan yang lalu sejumlah petani di Desa Wolutengah Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban mencoba keberuntungan dengan menanam berbagai jenis cabai seperti, Imula, Gada, Saber serta cabai jenis Columbus, sebagai pengganti tanaman pokok yakni padi dan jagung yang mereka tanam bertahun-tahun.

Adalah Rasdan (44) pria yang juga menjabat sebagai Kepala Desa setempat itu berspekulasi mengawali bertani cabai dengan memanfaatkan tanah bengkok khas desa kemudian menularkanya pada perangkat desa serta warganya sehingga saat ini hektaran tanaman cabai terbentang di persawahan tanah khas desa setempat.

” Awalnya saya mencoba tanam cabai sekitar setengah hektare dan hasilnya menguntungkan sehingga saya bersama dengan perangkat desa lainya dan warga mengembangkan tanaman cabai ini dan sekarang sudah ada sekitar 3 hektare yang siap panen serta masih ada sekitar 2 hektare yang baru  proses tanam, “terang Rasdan.

Selain menguntungkan, ia beralasan bahwa tanaman cabai hanya membutuhkan waktu sekitar 70 hari sudah dapat dipanen, serta cabai dapat dipanen sampai 20 kali sehingga kini ia dapat memberdayakan warganya sekaligus sedikit banyak dapat meningkatkan perekonomian terlebih di masa pandemi Covid – 19 ini.

” Tujuan utama kami adalah untuk meberdayakan masyarakat sehingga dapat meningkataan dan menambah perekonomian, ” tutur pria hitam manis ini yang kini telah memperkerjakan 10 orang aktif dalam 4 bulan terakhir ini.

(Rasdan, Petani cabai/Kepala Desa Wolutengah)

Ia juga mengaku selain perawatanya yang tidak sulit, cabai yang ia tanam dapat dipanen sampai 20 kali dengan jarak 3 hari sekali, sehingga dalam tiap bulanya ia mampu meraup omset bersih hingga Rp. 8 juta.

Kedepan Rasdan berharap ada perhatian dari pihak terkait khusunya Dinas Pertanian Kabupaten Tuban untuk dapat membantu memberikan bimbingan cara bertanam cabai yang baik, karena menurutnya saat ini ia mengalami kendala dengan hama lalat buah serta jamur ditambah dengan kondisi cuaca musim penghujan yang tinggi seperti tahun ini.

” Selama ini belum ada sentuhan dari Dinas Pertanian Kabupaten Tuban, harapan saya ada pendampingan baik itu petawatan maupun kebutuhan, apa yang kami butuhkan mulai dari pembajakan sampai perawatan dan panen, terlebih soal harga jangan sampai anjlok seperti tahun – tahun kemarin , ” pungkas Kades 2 periode ini. [AM/HA]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.