21 April 2021

Sebelum Jabatanya Berakhir, Bupati Lantik Sejumlah Pejabat Eselon II

KIM Ronggolawe –  Menjelang akhir periode kepemimpinan di Kabupaten Tuban, Bupati H Fathul Huda melantik delapan pejabat Eselon II di jajaran Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) Pemkab Tuban, di Pendapa Kridho Manunggal Tuban, Kamis (01/04).

Penempatan pejabat tersebut untuk mengisi kekosongan kepemimpinan OPD, sekaligus untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat. Mereka yang dilantik juga merupakan hasil seleksi yang dilakukan sebelum Pemilukada Tuban 2020 digelar.

Sedangkan pejabat yang dilantik adalah Kepala Bappeda Tuban Agung Triwibowo SE MM yang sebelumnya menjabat Kabag Pengadaan Barang dan Jasa dan Administrasi Pembangunan, Kepala Dinsos P3A Eko Julianto S.STP MM yang sebelumnya Kabag Kesra, Kepala Diskominfo dijabat Arif Handoyo SH MM yang sebelumnya Kabag Hukum.

Selain itu Kepala Dishub dijabat Drs Gunadi yang sebelumnya Sekretaris Dishub, Kepala Dinas PMPTSP dan Naker Endah Nurul Kumarijati ST MKes sebelumnya Sekretaris Dinkes, Asisten Administrasi Umum Drs Mokhamad Mahmud MSi sebelumnya Kabag Organisasi, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik yang dijabat Didik Purwanto SPd MSi, dan Sekretaris DPRD Tuban dijabat Sri Hidajati SSos M.Ilkom yang sebelumnya menjabat Kabag Humas dan Hubungan Antar Lembaga DPRD.

Tampak hadir dalam prosesi pelantikan adalah Wabup Noor Nahar Hussein MSi, Ketua DPRD Tuban HM Miyadi, dan Sekda Tuban, Dr Budi Wiyana. Selain jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, dilantik pula pejabat Administrator, Pengawas, dan Fungsional di lingkungan Pemkab Tuban sejumlah 64 orang.

Bupati Tuban Fathul Huda menekankan, agar pejabat Pemkab mengemban amanah yang diberikan dengan bertanggung jawab. Pegawai Pemkab dapatnya menanamkan niat pada diri masing-masing melayani dan mengabdi kepada masyarakat.

Ia menginstruksikan, pimpinan OPD menginventarisir permasalahan masyarakat untuk dicarikan solusi terbaik sesuai tupoksi masing-masing. Salah satu permasalahan yang dihadapi penurunan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,8 persen. Hal tersebut berdampak pada peningkatan angka kemiskinan dan angka pengangguran yang berimplikasi pada kesejahteraan masyarakat yang menurun.

“Kondisi ini harus segera diatasi dengan solusi terbaik, tiap OPD harus fokus menyelesaikan permasalahan,” tegas Bupati Huda dalam sambutannya.

Masyarakat juga dihadapkan dengan derasnya arus informasi, dan berita yang acap kali dibarengi dengan berita palsu. Perlu diambil tindakan agar berita palsu tidak berkembang menimbulkan gangguan ketertiban di masyarakat.

Ditambahkan, perlu adanya peningkatan investasi di Kabupaten Tuban. Kehadiran investor banyak peluang kerja untuk membantu peningkatan kesejahteraan. Perlu ada pengaturan, percepatan dan penyederhanaan perizinan tanpa mengabaikan regulasi. Juga diimbangi dengan sejumlah pelatihan bagi calon tenaga kerja dengan pelatihan yang dibutuhkan perusahaan.

Pembangunan Kabupaten Tuban, lanjut Bupati Tuban dua periode itu, harus seimbang antara infrastruktur dan suprastruktur. Selain pembangunan fisik, perlu adanya peningkatan SDM di berbagai sektor, mulai pendidikan, kesehatan, maupun aspek kehidupan lainnya.

Ia berharap pejabat Pemkab Tuban terus meningkatkan kemampuan dan kompetensinya. Peningkatan kualitas diri mampu mendukung profesionalitas dalam kerja. “Harus terus belajar secara akademik maupun dengan turun langsung ke lapangan sehingga akan terlahir terobosan dan inovasi,” sambungnya.

Orang nomor satu di Bumi Wali ini berpesan, agar aparatur Pemkab Tuban melayani masyarakat dengan kesabaran dan membawa kebahagian. Pelayanan yang ramah dan santun akan dapat meningkatkan kepuasan dan kebahagian. [MCT/AM]