Partai Demokrat Tuban Tegas! Tolak Kenaikan Harga BBM

KIM Ronggolawe-Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Tuban secara tegas menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dilakukan pemerintah saat ini.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Tuban, Imam Sutiono menyatakan, secara tegas Partai Demokrat menolak kenaikan harga BBM yang diberlakukan pemerintah sejak Sabtu (03/08) kemarin. Menurut partai berlambang mercy tersebut kenaikan harga BBM saat ini sungguh tidak elok. Pasalnya, baru saja masyarakat Indonesia keluar dari hantaman pandemi covid dan ingin keluar dari keterpurukan ekonomi.

“Saya sepaku Ketua Partai Demokrat Kabupaten Tuban menolak tegas kenaikan harga BBM,” terang Imam Sutiono kepada wartawan, Kamis (08/09).

Imam sapaan akrabnya menambahkan, situasi dan kondisi saat ini masyarakat sedang pemulihan ekonomi dari dampak covid-19. Sehingga, pemerintah perlu mengkaji dan mengevaluasi tentang penetapan kenaikan harga BBM tersebut.

Jika sikap Partai Demokrat tidak diindahkan oleh pemerintah rezim saat ini maka rakyat akan menjadi korban serta semakin sengsara. Sebab, bila harga BBM naik, maka akan berdampak pada harga kebutuhan lainnya.

“Bisa saja harga sembako juga ikut naik, tarif transportasi juga baik. Karena harga BBM awalnya naik duluan,” ungkap Imam yang juga salah satu Pimpinan DPRD Tuban.

Selanjutnya, ia pun menyarankan, salah satu pemulihan ekonomi dari dampak covid 19. Sebaiknya pemerintah segera memfokuskan di bidang ketahanan pangan dengan menggelontorkan anggaran di bidang pertanian. Cara itu optimis dapat mempermudah para petani untuk mendapatkan pupuk, memberi bantuan bibit, memberi bantuan sarana prasarana, dan lain sebagainya.

“Dengan memperkuat ketahanan pangan, negara akan mandiri dengan tidak mengimport dari negara lain. Kemudian, dengan memperkuat ketahanan pangan, tentu akan menambah tenaga kerja baru dan mengurangi pengangguran,” beber Pimpinan DPRD yang juga menjadi Warga PSHT Tuban Pusat Madiun tersebut.

Diketahui, sebelumnya pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM pada Sabtu (3/9/2022). Harga BBM jenis pertalite awalnya Rp 7.650 perliter kini naik menjadi Rp 10.000. Sedangkan, BBM jenis solar bersubsidi awalnya Rp 5.150 kini naik menjadi Rp 6.800 perliter.

Tak hanya BBM bersubsidi yang mengalami kenaikan, namun non bersubsidi juga mengalami penyesuaian harga. Seperti, BBM Pertama awalnya seharga Rp 12.500 kini menjadi Rp 14.500 per liter. [CH/AM]