13 Mei 2021

Tak Terima Dianggap Tak Bermanfaat, Sekdes se Kecamatan Kerek Tuntut Kasi Dinsos Tuban Minta Maaf

KIM Ronggolawe – Sekretaris Desa (Sekdes) se- Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban, dibuat meradang akibat ulah dari Kasi Dinas Sosial Kabupaten Tuban yang menyebut bahwa Sekdes tidak bermanfaat.

Kejadian tersebut bermula ketika Sekdes di Kerek tersebut yang tergabung dalam WhatsApp Grup (WAG) Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Nex Generation (SIKS-NG), bersama dengan para operator desa, namun tanpa sebab yang pasti mendadak Santoso, selaku Kasi Perlindungan Jaminan Sosial (Linjamsos) yang sekaligus bertindak sebagai admin WAG tersebut mengeluarkan mereka satu persatu dari dalam grup, dan hanya menyisakan para operator desa.

Selang berapa waktu pasca kejadian itu, mendadak beredar screenshoot sebuah percakapan pribadi melalui aplikasi WhatsApp dari Santoso yang bertuliskan ” Ben khusus operator Sisk ae, timbang ono Sekdese yo ra ono manfaate, tiwas ngebek”i grup, ( Biar khusu operator SISK saja, daripada ada Sekdes tidak ada manfaatnya, hanya memenuhi gruop saja : Red),” tulis Santoso.

Membaca screenshot percakapan tersebut Sekdes se- Kecamatan Kerek yang didominasi oleh para pemuda tersebut meradang sehingga menuntut Santoso untuk minta maaf secara terbuka kepada Sekdes se-Kerek .

Selanjutnya, dengan dimediasi oleh Camat Kerek, Rabu (10/03), bertampat di pendopo kecamatan setempat Santoso menyampaikan klarifikasi di hadapan Sekdes se – Kecamatan Kerek secara kekeluargaan.

Ia juga mengakui jika melakukan penilaian yang salah terhadap kinerja Sekdes yang selama ini dianggap tidak pernah berkomunikasi atau pun bertaynya di dalam WAG tersebut sehingga ia berinisiatif untuk mengeluarkan merek dari WAG tersebut.

” Karena teman – teman Sekdes ini tidak berkomentar, bertanya atau usul dan sebagainya saya menyimpulkan untuk di keluarkan saja, khusus di grup SIKS-NG saja,” terang Santoso.

Lebih lanjut ia juga mengaku melakukan kesalahan karena tidak melakukan konfirmasi dulu sebelum mengeluarkan mereka. Disamping itu ia juga menjelaskan bahwa dalam kalimat tidak bermanfaat yang ia tulis dimaksudkan adalah tidak bermanfaat dalam grup SIKS-NG tersebut.

Pria berkacamata itu juga menyampaikan permohonan maafnya terhadap Sekdes di Kecamatan Kerek serta seluruh Sekdes di Kabupaten Tuban atas tulisanya tersebut.

” Karena ini sudah berlanjut ke Sekdes kecamatan lain sayapun juga mohon maaf kepada temen- temen Sekdes se-Kabupaten Tuban apabila tersinggung dengan apa yang saya sampaikan,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama Agus Sutrisno selaku perwakilan dari Sekdes di Kerek berharap bahwa kedepanya pihak Dinsos Kabupaten Tuban mengevaluasi kinerja dari bawahanya tersebut serta tidak ada lagi dari pihak Dinsos atau dinas yang lainya menyepelekan sebuah pekerjaan, karena menurutnya sebuah pekerjaan itu adalah tempat mencari kerja jangan sampai kedepanya direndahkan lagi.

” untuk kali ini tuntutan kita yang pertama sudah terpenuhi, dan untuk selanjutnya kita akan konsultasi dengan teman – teman Sekdes bagaimana baiknya, nanti langkah selanjutnya kita susuli,” kata Sekdes Sidonganti ini.

Agus juga menambahkan jika permasalahan yang saat ini membuat para Sekdes di Kerek bukan karena dikeluarkan dari WAG namun karena kalimat Sekdes yang dianggap tidak bermanfaatlah yang membuat para Sekdes tersebut naik pitam sehingga ia bersama dengan rekan – rekanya berencana untuk memohon kepada Bupati tuban untuk segera melakukan mutasi kepada Santoso ke dinas lain agar tidak selalu menimbulkan kegaduhan yang sifatnya merusak kerukunan serta keberadaban dalam hubungannya dengan tugas dan pekerjaan.

Sementara itu Camat Kerek Sugeng Purnomo berharap dari kejadian tesebut dapat diambil hikmahnya karena dalam sebuah tulisan di media dapat menjadi kesalah pahaman antara pembaca dan penulis.

” Harapan¬† kita permasalahan pasti ada, apapun hasil klarifikasinya yang merasa benar harus mampu memaafkan, selaku aparatur panas boleh tapi harus ada pendinginan harapan kita tidak ada masalah, aman dan nyaman orang yang paling bijak adalah orang yang memafakan,” pungkas Camat Sugeng. [AM/HA]