BERITA KIM RONGGOLAWEPERISTIWA

Penanganan Kebakaran di Lahan GRR Tuban, Kapolsek dan Kades Angkat Bicara

 

KIM Ronggolawe– Peristiwa terjadinya kebakaran yang terjadi di sebagian lahan Grass Root Rifenery (GRR) Tuban ternyata telah direspon oleh berbagai pihak. Setelah sebelumnya Pemerhati Lingkungan angkat bicara, kini giliran kapolsek hingga kades di Jenu turut berkomentar.

Menurut Kapolsek Jenu, Polres Tuban, IPTU Rianto, bahwa lahan yang terbakar tersebut memang banyak rumput dan daun yang kering. Sehingga, api mudah menjalar ke mana-mana hingga kurang lebih sekitar 10 hektar lahan GRR terbakar. Beruntung pihak kepolisian, TNI, tim Damkar serta pihak GRR dengan cepat mengantisipasi kebakaran di TKP.

“Dan hasilnya, tim berhasil memadamkan amukan si jago merah,” kata IPTU Rianto kepada wartawan, Rabu (13/09).

Kata dia, terkait penanganan dari tim GRR Tuban sendiri sudah koordinasi serta komunikatif. Sehingga, apapun yang ada di sana pasti dikoordinasikan.

“Kita selalu aktif komunikasi, baik dengan pertemuan di luar atau di dalam kantor perusahaan,” ujar polisi asli Jenu tersebut.

Selanjutnya, berdasarkan arahan Kapolres Tuban sudah ada imbauan yang dipasang di beberapa titik. Termasuk di sebelah pintu masuk PLTU Tanjung Awar-Awar dan tempat-tempat strategis lainnya. Tujuan pemasangan itu agar tidak terjadi kebakaran lagi, baik di lahan GRR maupun di tempat lainnya.

“Alhamdulillah sudah sering kita sosialisasikan kepada masyarakat agar tidak sengaja membakar lahan yang kering atau yang lainnya. Bahkan, setiap apel pagi kita ingatkan Bhabinkamtibmas untuk turun ke desa-desa langsung,” ungkapnya.

Sementara itu, Kades Wadung, Kecamatan Jenu, Sasmito yang wilayah dusunnya hampir saja terkena dampak kebakaran juga ikut bicara. Menurut dia, untuk sementara ini baik-baik saja termasuk kesehatan pernapasan juga aman. Sedangkan, saat melakukan tindakan pemadaman juga sangat baik lantaran ada kerja sama antara Tim Damkar dengan warga.

“Jadi warga kemarin juga ikut memadamkan. Terus yang punya mobil tangki juga ikut membantu menyuplai mobil damkar,” timpal Sasmito.

Pemdes Wadung pun berharap, pihak GRR selalu stanbay dalam mencegah kebakaran. Apalagi pada musim kemarau panjang seperti ini, untuk itu semua pihak dilarang membakar apapun di area laham yang mudah terbakar.

“Kami juga sudah sosialiasi kepada warga kami agar tidak sembarangan membakar di lahan-lahan yang mudah terbakar,” akunya.

Disisi lain, Sasmito menuturkan, selama ini hubungan GRR Tuban dengan Pemdes Wadung sudah sangat baik. Untuk itu, kedepan diharapkan pihak GRR bisa terus menerima pekerja dari warga Desa Wadung. Bila perlu rekrutmen pekerja itu dilakukan setiap tahun.

“Kalau untuk program pemberdayaan masyarakat baru tahap perencanaan. Tapi kalau program pemberian sembako sudah dilakukan GRR Tuban melalui CSR nya,” pungkasnya. [CH/AM]

Related Articles

Back to top button