Pecat Karyawan, PT. Swabina Gatra di Demo

KIM  Ronggolawe – Gelombang aksi unjuk rasa (unras) kembali terjadi di area  PT. Semen Gresik pabrik Tuban, Rabu (27/12) kali ini  yang menjadi sasaran para demonstran adalah PT. Swabina Gatra salah satu anak perusahan PT. Semen Gresik pabrik Tuban.

Masa yang tergabung dalam  Aliansi Karang Taruna Ring I Semen Gresik dan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) tersebut menggelar aksi tepat didepan kantor PT. Swabina Gatra Desa Sumberarum Kecamatan Kerek,  lantaran masa menuding  perusahaan telah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak dan masa mengganggap bahwa pihak manajemen perusahaan tersebut tidak profesional dalam menjalankan pekerjaanya.

Masa juga menganggap bahwa dalam ijin prinsip nomor 3. Yang mengatakan bahwa keberadaan PT. Semen Gresik harus meningkatkan kesejahteraan warga Ring I dan memberi masukan terhadap Anggaran Pendapatan & Belanja Daerah (APBD) diluar migas, serta ijin prinsip nomor 6. Yang menyatakan bahwa warga Ring I harus diperioritaskan dalam penggunaan tenaga kerja, hal ini juga dipertegas dengan Surat Edaran (SE) NO: 001/ED/KOMSARUM/02.2016.

Dalam tuntutanya pendemo, menyampaikan kepada pihak peusahaan untuk mepekerjakan kembali Duraji dan Jubaedi, menindak  tegas pihak – pihak yang terlibat dalam pemberian surat peringatan I kepada Junaedi dan Duraji, PT. Swabina Gatra harus dievaluasi dan diberi peringatan tegas, apabila perlu tidak mendapatkan Tender atau pemberian kerja dari PT. Semen Gresik karena selama ini selalu membuat masalah dengan warga Ring I dan mencederai hubungan baik warga Ring I dengan PT. Semen Gresik.

Aksi demo tersebut digalang karena rasa solidaritas yang tinggi terhadap karyawan perusahaan yang di PHK secara sepihak yakni Jubaedi dan Duraji, Duraji sendiri di PHK lantaran ikut mendampingi aksi dari karyawan bagian Packer perusahaan tersebut beberapa waktu yang lalu.

“ Pemecatan ini seolah – olah hanya karena dasar tidak suka, PT. Swabina Gatra takut dengan orang – orang ini, Swabina Gatra tidak profesional takut  akan gerakan – gerakan kami sehingga  kami dibatasi  diberikan sangsi yang tidak jelas, cek di pekerjaan apakah salah saya dipekerjaan, jika menemukan saya bersedia  keluar, tapi kenyatanya ini hanya intimidasi – intimidasi saja, perusahaan Swabina Gatra ngawur” tegas Duraji pria yang juga Bendahara aliansi Karang Taruna Ring I, serta Pimpinan Unit Kerja (PUK) FPSMI Kabupaten Tuban itu.

Sementara itu Mohammad Baliyah selaku Junior Manager Kepegawaian PT. Swabina Gatra kepada sejumlah awak media membantah tudingan tersebut “ Semua yang kita sampaikan tidak ada hubunganya dengan kegiatan diluar, seperti apa kita tidak kesitunya, yang penting kita disuruh menyampaikan dari pimpinan bahwa tiga orang itu kontraknya habis di 31 Desember dan kita tidak memperpanjangnya “  ujar Baliyah. [AM/CH/HA]

 

 

 

Tinggalkan Balasan