Menu Click to open Menus
Home » BERITA KIM RONGGOLAWE » Peringati Hari Santri, Kantor Kemenag Tuban Kumpulkan Donasi dan Berbagi

Peringati Hari Santri, Kantor Kemenag Tuban Kumpulkan Donasi dan Berbagi

22 Oktober 2018 3:59 pm | diplublikasikan oleh |

KIM Ronggolawe – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) tepat pada tanggal 22 Oktober 2018, Kementerian Agama Kabupaten Tuban melaksanakan upacara di halaman kantor Kemenag yang beralamatkan di Jalan Wahidin Sudiro Husodo 47 Tuban, Senin (22/10).

Upacara yang diikuti oleh jajaran Kasi dan penyelenggara, kepala KUA, pengawas, penyuluh agama dan staf kantor tersebut, bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Drs. H.M. Sahid, MM, Kepala Kantor Kemenag Tuban. Menariknya semua peserta upacara hari efektif bekerja tersebut dilaksanakan dengan bersarung.

Dalam kegiatan upacara ini juga disematkan pemberian santunan kepada 5 orang siswa Madrasah yang kurang mampu, 15 orang santri pondok pesantren (masing-masing Rp 500 ribu) dan 35 Kepala Keluarga (KK) korban bencana gempa dan tsunami di Palu, Sigi dan Dongala, Sulawesi Tengah asal kabupaten Tuban dengan total sebanyak Rp 22.550.000,- . Semua pemberian dana itu diambilkan dari Unit Pengelola Zakat (UPZ) Kemenag Tuban.

Selain itu, juga ada penyerahan penggalangan dana korban gempa Palu, Sigi dan Donggala oleh Kasi Penyelenggara Syari’ah, H. Mashari kepada Kepala Kantor Kemenag Tuban untuk diteruskan dana bantuan itu ke Kanwil Kemenag Provinsi Jatim sebanyak Rp. 57.782.700,-.

Dalam sambutannya, kepala kantor Kemenag Tuban, Drs. HM. Sahid, MM menyampaikan, intisari Hari Santri Nasional berawal dari resolusi jihad yang dikumandangkan oleh Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari pada tanggal 22 Oktober 1945 di Surabaya . Selanjutnya, diulas Kemerdekaan yang diraih oleh Bangsa Indonesia 73 tahun lalu, hal itu tidak bisa lepas dari peran Ulama, Kiai dan santri.

Kemudian selain itu, pejabat asal Gresik tersebut menjelaskan, seiring perkembangan zaman pesantren mempunyai 3 tantangan, meliputi: minimnya kesadaran untuk mempelajari agama dari sumbernya yang asli berbahasa Arab seperti kitab kuning. Lalu, lebih mempercayai sebuah kebenaran tanpa konfirmasi lebih jauh secara ilmiah. Dan yang terakhir menurutnya, pemahaman keagamaan yang minim, karena mereka hidup di era milenial yang hidupnya 24 jam selalu berhadapan dengan internet.

“Dihari santri ini kita mempunyai kado berupa rancangan UU pondok pesantren dan lembaga keagamaan yang masih digodok, dan dilaunching lagu resmi Hari Santri Nasional yaitu Mars Santri,” pungkasnya.
Kegiatan hari santri ini oleh Kementerian Agama Kabupaten Tuban akan berlanjut dengan kegiatan Bakti Sosial yang akan di selenggarakan tanggal 24 Oktober 2018 di Kecamatan Soko yang dikemas dalam penyerahan bingkisan untuk kaum dhuafa dan pengobatan gratis. Dilanjut pelaksanaan Musabaqoh Qiro’atil Kutub (MQK) tanggal 30 Oktober 2018 diikuti oleh seluruh perwakilan Pondok pesantren se Kabupaten Tuban di pesantren Riyadul Mubtadiin Kecamatan Singgahan. Dan terakhir, Diklat santri tanggal 31 Oktober 2018 di Pendopo Kridho Manunggal Tuban. [CH/AM]

Komentar Facebook