Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Menu Click to open Menus
Home » BERITA KIM RONGGOLAWE » Ini Alasan Pemberian Nama RSUD R. Ali Mansyur Jatirogo

Ini Alasan Pemberian Nama RSUD R. Ali Mansyur Jatirogo

10 April 2019 1:52 pm | diplublikasikan oleh |

KIM Ronggolawe –  pada tahun 2019 ini, rencananya Pemerintah Kabupaten Tuban akan segera mengoperasikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) tipe D yang diberi nama RSUD R. Ali Mansyur yang berada di Kecamatan Jatirogo.

Pemberian nama tersebut, menurut Wakil Bupati Tuban, Ir. H. Noor Nahar Hussein, M.Si saat dikonfirmasi, Rabu (10/04) menerangkan, Pemkab memakai nama R. Ali Mansyur karena menganggap beliau merupakan putra daerah asli Tuban yang mempunyai jasa terutama terhadap mengembangan karakter spiritual yang cukup dikenal di Indonesia melalui karya dan pencipta “Sholawat Badar”.

“Beliau kan asli Maibit, Rengel, Tuban. Sebenarnya yang paling cocok rumah sakit di sana (Rengel) tapi kelamaan, jadi itu adalah wujud penghargaan Pemkab Tuban agar nama itu dikenang,” terang Wabup yang juga asli Rengel ini.

Perlu dihetahui, R. Ali Mansyur atau KH. M. Ali Mansyur merupakan ulama’ yang lahir pada 23 Maret 1921. Shalawat badar sendiri dikarang oleh KH. M. Ali Manshur sekitar tahun 1960-an. Kiai Ali Manshur memiliki garis keturunan berdarah ulama besar. Dari ayah, tersambung hingga Kiai Shiddiq Jember sedangkan dari jalur ibu, tersambung dengan Kiai Basyar, seorang ulama di Tuban. Shalawat ini terdiri dari 24 bait, setiap baitnya terdiri dari dua baris.

Beliau juga dikenal belajar dari satu pesantren ke pesantren lain. Mulai dari Pesantren Termas Pacitan, Pesantren Lasem, Pesantren Lirboyo Kediri, hingga Pesantren Tebuireng Jombang. Beliau wafat pada 26 Muharram 1391 atau bertepatan pada 24 Maret 1971 dalam usia 50 tahun dan dimakamkan di Desa Maibit, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban. [CH/AM]

Komentar Facebook