Menu Click to open Menus
Home » BERITA KIM RONGGOLAWE » Kasus Video Viral di Kerek Berujung Damai

Kasus Video Viral di Kerek Berujung Damai

3 Agustus 2019 2:44 pm | diplublikasikan oleh |

KIM Ronggolawe – Kasus viral beredarnya video yang disinyalir mengandung unsur tidak pantas dikonsumsi publik yang diduga diambil disalah satu kedai kopi di Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban berakhir dengan damai.

Dengan di tengahi Polsek Kerek kedua belah pihak saling memaafkan dan kasus tersebut diselesaikan dengan cara kekeluargaan  dengan membubuhkan tandatangan diatas surat pernyataan yang bermaterai, Sabtu (03/08).

Sebut saja Bunga (21) warga asal Desa Gerih Kecamatan Gerih Kabupaten Ngawi Jawa Timur yang bermukim di Desa Margorejo Kecamatan Kerek adalah orang yang merasa dirugikan dengan beredarnya video tersebut, perempuan berparas cantik tersebut mengaku sangat menyesal dengan beredarnya video tentang dirinya itu, sehingga ia mengaku malu dan trauma serta menjadi gunjingan orang lain.

” Saya tidak tahu mas kalau saat itu saya di video dan disebar luaskan, ini sangat merugikan saya,” kata Bunga saat di Mapolsek Kerek

Bunga menambahkan meskipun video tersebut baru viral beberapa hari ini, namun ia mengaku  jika video tersebut dibuat sekitar dua bulan yang lalu, yakni tepatnya pada tanggal 16 Juni 2019.

“Video itu dibuat sekitar dua bulan lalu sebelum Pilkades, dan saya tidak mengira akan begini kejadianya,” tambahnya.

Sementara itu pembuat video tersebut, RD (30) pria asal Dusun Puter Desa Kedungrejo Kecamatan Kerek mengaku menyesal dengan apa yang telah ia perbuat, ia mengaku hanya iseng mengambil video saat itu, kemudian menjadikan story status Whatsappnya dan selanjutnya tersebar luas di kalangan para pengguna Gadget.

“Saya benar – benar menyesal saya tidak mengunggah video tersebut di Facebook, hanya saya jadikan story status Whatsapps, saya kira tidak tersebar luas,” sesalnya.

Terpisah Kanit Reskrim Polsek Kerek Aiptu Jumadi mengatakan jika kedua belah pihak saling menyadari dan kasus tersebut telah diselesaikan dengan jalur kekeluargaan.

“Korban sendiri telah memaafkan pelaku dan bermaksud menyelesaikan kasus tersebut dengan jalur musyawarah mufakat, sementara pelaku juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatanya, dan kami menghimbau bagi para pengguna media sosial agar lebih selektif dalam mengunggah postingan apapun agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” pungkas Jumadi.

Diketahui beberapa hari terakhir ini  dunia jagat maya Kecamatan Kerek  dihebohkan dengan  beredarnya video tak pantas yang dilakukan oleh seorang pria terhadap perempuan yang diduga sebagai penjaga warung.

Dugaan kuat perbuatan tak pantas untuk dikonsumsi publik tersebut dilakukan disalah satu warung kopi di Desa Margorejo Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban, karena dalam video tersebut nampak sticker beberapa calon Kepala Desa Margorejo yang masih menempel erat di dinding warung kopi tersebut.

Video pendek yang berdurasi sekitar 13 detik tersebut dengan cepat beredar luas melalui story aplikasi WhatsApp Jumat, (02/08) sehingga mudah dikonsumsi oleh para penggguna aplikasi chating yang telah diakusisi oleh facebook itu. [AM/HA]

Komentar Facebook