Menu Click to open Menus
Home » BERITA KIM RONGGOLAWE » Carut Marut, Proyek Normalisasi Saluran Air di Jarorejo Tuai Keluhan Warga

Carut Marut, Proyek Normalisasi Saluran Air di Jarorejo Tuai Keluhan Warga

5 November 2019 11:57 am | diplublikasikan oleh |

KIM Ronggolawe – Proyek normalisasi saluran air yang berada di Desa Jarorejo Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban menuai keluhan dari sejumlah warga yang berada di seputaran bantaran saluran air tersebut. Kekhawatiran warga tersebut beralasan, pasalnya galian proyek yang dikerjakan oleh CV. Jati Permata sejak bulan Agustus itu sempat molor  sehingga warga merasa cemas dan was – was terjadi longsor apalagi memasuki musim penghujan seperti sekarang ini.

Disamping cemas terjadi longsor saat  hujan tiba, warga juga mengaku khawatir jika suatu saat hujan lebat air akan meluber ke pemukiman jika proyek tersebut tidak segera diselesaikan.

Kekhawatirane nggih ngoten, amargi griyane celak mugi – mugi Enggal digarap”
(Kekhawatirannya ya itu tadi, karena rumah saya dekat, semoga cepat digarap: Red), harap Mbah Jinten kepada reporter kimronggolawe.com Selasa, (05/11).

Mbah Jinten juga menambahkan jika saluran air tersebut bukan hanya menampung debit air dari desa setempat namun juga air kiriman dari desa lain yang berada di dataran lebih tinggi, seperti Desa Hargoretno, Desa Tengger Wetan, dan Desa Sidonganti.

Sementara itu Kepala Desa Jarorejo Sugiman, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa proyek yang didanai oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban tersebut  terkesan carut marut, menurutnya disamping pengerjaannya yang molor,  juga terkesan mengabaikan keselamatan warga sekitar.

” Kami dari pihak Pemdes sangat mengeluhkan pembangunan proyek normalisasi saluran air tersebut, disamping membahayakan bagi pemukiman warga, juga membahayakan bagi keselamatan warga terutama anak – anak disaat musim penghujan,” ujar mantan pegawai Dinas Sosial Tuban itu.

Ditanya soal keterlibatan pihak Pemdes terkait proyek tersebut, pria yang juga ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kecamatan Kerek itu menuturkan jika pihaknya tidak tahu tentang mekanisme pelaksanaan proyek tersebut, ia mengaku hanya mengajukan normalisasi saluran air ke pihak Pemkab.

” Dari pihak Pemdes tidak mengetahui mekanisme pengerjaan proyek itu, tapi kami berharap jika proyek tersebut segera rampung, serta dibuatkan tembok pendukung pembatas saluran agar nanti disaat banjir tidak terjadi lonsor,” seru Kades Sugiman.

Terpisah, pelaksana kegiatan normalisasi saluran air CV. Jati Permata Darkup, menuturkan jika proyek yang diperkirakan panjang 885 meter serta lebar atas dan kedalaman 180 centimeter serta lebar kedalaman 140 centimeter itu sudah sesuai dengan pengajuan dari pihak Pemdes.

” Sebelum kami melakukan kegiatan proyek ini, kami sudah memberikan surat pemberitahuan ke pihak Pemdes, dan dari pihak Pemdes sendiri sempat menyarankan untuk rencana pembuatan tembok pendukung yang semula dua sisi masing – masing sepanjang 47,5 meter dijadikan satu saja,  yakni pada sisi timur yang berdekatan dengan rumah warga  sepanjang 147 meter, untuk mengantisipasi longsor saat hujan,” pungkas pria yang juga perangkat Desa Margorejo Kecamatan Kerek itu. [AM/HA]

Komentar Facebook