Ngenes,..!!! Hujan Tak Kunjung Datang, Petani Merugi Jutaan Rupiah

Ngenes,..!!! Hujan Tak Kunjung Datang, Petani Merugi Jutaan Rupiah

KIM Ronggolawe – Ngenes, itulah yang dialami oleh para petani yang berada di Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban, pasalnya musim hujan yang digadang lancar ternyata hanya numpang lewat belaka setelah mereka berjibaku melakukan penanaman bibit jagung sekitar tiga minggu lalu.

Triman, salah satu petani asal Desa Margorejo kepada media ini menuturkan bahwa ia harus merelakan bibit jagung sebanyak 20 kilogram yang ia tanam sekitar 20 hari yang lalu. Menurutnya meskipun satu atau dua hari ini turun hujan namun, bibit jagung yang ia beli dengan harga Rp. 73 ribu/kilogram itu sudah tidak dapat diselamatkan, lantaran sudah kering dan mati akibat panasnya cuaca.

” Sudah tidak dapat ditolong lagi Mas, meskipun satu atau dua hari ini hujan soalnya pada kering semua,” kata Triman Kamis, (21/11) sembari menunjukan jagung yang ia tanam beberapa waktu yang lalu.

Disamping cuaca panas ia juga mengeluhkan bahwa jagung yang tumbuh tersebut tidak normal karena terserang hama ulat sehingga mengakibatkan daunya banyak berlubang dan mati akibat dimakan ulat.

” Terpaksa nanti kalau pas hujan tiba kita semprot semua jagung yang masih tumbuh, sebab banyak yang dimakan ulat sehingga kita harus mengulang kembali dari awal dan tentunya dengan biaya yang baru lagi,” sambung pria paruh baya yang mengaku sudah menghabiskan dana Rp. 1.600.000 untuk beli bibit jagung tersebut.

Hal senada juga disampaikan Simbar petani asal Desa Kedungrejo Kecamatan Kerek, pria berkulit gelap tersebut mengatakan bahwa bibit 10 kilogram yang ia tanam harus ia relakan dan menanam kembali disaat hujan tiba nanti.

” Kami para petani hanya dapat berharap dan berdoa semoga hujan segera turun agar kami dapat bercocok tanam kembali, meskipun kami harus bertanam dua kali di tahun ini,” harapnya.

Diketahui kawasan pertanian di Kecamatan Kerek sebagian besar memang tadah hujan yang hanya mengandalkan pengairan dari air hujan sehingga jika pasca tanam satu hingga dua minggu tidak turun hujan lagi maka dapat dipastikan petani akan mengulang dari awal tanam lagi, dan menurut para petani, jika tanam kedua itupun hasil panenya belum tentu maksimal karena biasanya akan terserang penyakit atau hama bulai. [AM/HA]