Menu Click to open Menus
Home » BERITA KIM RONGGOLAWE » Simulasi Resepsi Pernikahan, Terapkan Protokol Kesehatan

Simulasi Resepsi Pernikahan, Terapkan Protokol Kesehatan

28 Juli 2020 5:02 pm | diplublikasikan oleh |

KIM Ronggolawe – Sejumlah pelaku jasa penyelenggara penikahan atau wedding organizer yang tergabung dalam Tuban Wedding Association menggelar simulasi Resepsi Pernikahan di Grand Javanilla Tuban, Selasa (28/07/2020).

Kegiatan tersebut juga diikuti pelaku usaha catering, perias manten, hotel, karawitan, dan jasa lain terkait perhelatan pernikahan.

Tampak hadir mendampingi Bupati Tuban, H. Fathul Huda, dalam acara tersebut diantaranya, Kepala Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Tuban, Drs. Sulistiyadi, MM., dan Kabag UPKP Setda Tuban, Suwito, SH.

Bupati Fathul Huda mengungkapkan rasa bangga, dan memberikan apresiasi atas penyelenggaraan simulasi pernikahan dalam rangka persiapan adaptasi kebiasaan baru (new normal). Berbagai penyesuaian dilakukan agar penyelenggaraan sesuai prokotol kesehatan.

“Pasca simulasi, dapat ditiru dan disebarluaskan sehingga masyarakat memahaminya,” ungkap Bupati Huda.

Ia merasa prihatin terhadap nasib pekerja seni yang tidak bekerja kurang lebih selama empat bulan akibat pandemi Covid-19. Menyikapi hal tersebut, Pemkab Tuban segera menerbitkan Surat Edaran (SE) tentang Adaptasi Kebiasaan Baru pada Usaha Bidang Pariwisata, Penyelenggara Kesenian dan Pelaksanaan Kegiatan Hajatan. Munculnya SE tersebut dimaksudkan, agar pekerja seni dapat kembali bekerja mengedepankan protokol kesehatan.

“Diharapkan pasca simulasi, dilakukan evaluasi untuk dapat disempurnakan. Sehingga pelaksanaan kegiatan seni maupun pernikahan berjalan lebih baik dengan menerapkan prokotol kesehatan,” sambungnya.

Orang nomor satu di Pemkab Tuban itu menyatakan, angka kesembuhan pasien terkonfirmasi Covid-19 di daerah ini mencapai 69 persen. Pemkab terus berupaya menyediakan fasilitas penanganan dan pencegahan Covid-19.

Gugus Tugas juga terus memberikan sosialisasi dan penyuluhan. Ditargetkan dalam kurun dua bulan ke depan, Kabupaten Tuban dapat menjadi zona hijau.

Ia berpesan, agar penerapan prokotol kesehatan yang dilakukan selama empat bulan terakhir dapat diteruskan. Hal tersebut sebagai perwujudan adaptasi kebiasaan baru.

“Kedisplinan harus terus dilakukan agar Pandemi Covid-19 dapat segera sirna dari Bumi Wali,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Simulasi Wedding, Kanjeng Raden Tumenggung Edi Ronggo, menyatakan, pekerja seni dan penyelenggara pernikahan pada masa pandemi Covid-19 mengalami kesulitan. Banyak diantara mereka memutar otak agar dapat tetap memperoleh penghasilan.

“Dengan diterbitkannya SE Bupati tentang pelaksanaan kegiatan seni menjadi kabar gembira bagi pekerja seni,” jelasnya.

Mewakili pekerja seni dan pelaku usaha dibidang pernikahan, Edi Ronggo menyampaikan terima kasih atas kepedulian Pemkab. Pekerja seni mendukung upaya penanganan Covid-19.

“Kami taat pada prokotol kesehatan, karena kesehatan lebih penting,” ujar Edi Ronggo. “Kedepan pelaksanaan kegiatan seni maupun pernikahan akan mengedepankan prokotol kesehatan,” tambah seniman tersebut. [CH/AM]

Komentar Facebook