Menu Click to open Menus
Home » BERITA KIM RONGGOLAWE » Bisnis Pigora, Santri Pondok Ini Raup Ratusan Juta Rupiah

Bisnis Pigora, Santri Pondok Ini Raup Ratusan Juta Rupiah

5 Agustus 2020 1:41 pm | diplublikasikan oleh |

KIM Ronggolawe – Di tengah pandemi Covid -19   yang melanda, giat Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Kabupaten Tuban kian bergeliat, meskipun tak jarang banyak usaha – usaha kreatif yang terpaksa harus gulung tikar akibat dampak dari penyebaran virus tersebut.

Seperti industri rumahan milik Imam Syafi’i (45) asal Desa Gaji Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban, usaha pigora yang dirintis sejak tahun 2012 itu mampu bertahan dan tetap eksis ditengah pandemi meskipun sempat terkena imbasnya pada awal – awal kemunculan virus tersebut di negeri ini.

” Setelah pemerintah mengumumkan virus corona sudah menyebar di Indonesia pada awal bulan Maret lalu, sebulan kemudian usaha saya ikut terkena dampaknya, pelanggan sepi namun  sebulan kemudian usaha normal seperti biasa,” terang pria yang hanya lulusan Sekolah Dasar tersebut, Rabu (05/08).

Syafi’i mengaku jika dalam bulan – bulan ini omset dari usaha yang ia tekuni bersama dengan 5 orang karyawanya tersebut mencapai Rp. 100 juta lebih perbulan dengan pemasaran diberbagi kota besar di pulau jawa bahkan hingga keluar pulau.

Perjuangan Syafi’i tidak semudah membalikan telapak tangan, berawal dari membuat lukisan kaligrafi arab kemudiak ia menawarkanya sendiri dari pintu ke pintu (dor to dor), tak hanya itu, ia pun mengaku kerap tertipu oleh ulah para pelanggan yang nakal yang tidak mau membayar lukisanya meskipun barang telah ia kirim.

” Sebelum mengembangkan usaha pigora dan meja belajar lipat, saya mengawalinya dengan usaha kaligrafi dan banyak orderan dari luar pulau seperti Papua dan Manado, namun kendalanya saya sering dibohongi oleh para pelanggan, barang sudah tak kirim namun uangnya tak kunjung ditransfer, akhirnya saya putuskan untuk tidak menerima orderan dari luar pulau, kapok Mas, ” kenang pria yang pernah Mondok di Ponpes Al Fitroh Gunung Pati Semarang itu.

Lebih lanjut pria dua anak yang sejak setahun lalu telah mempunyai galeri sendiri untuk usahanya itu berharap  agar dinas terkait terus memperhatikan potensi – potensi yang ada khusunya potensi lokal  desa yang masih banyak terpendam agar penggiat UKM di Kabupaten Tuban dapat terus berkaya sehingga geliat perekonomian ditinggat pedesaan dapat mengimbangi perekonomian perkotaan. [AM/HA]

Komentar Facebook