BERITA KIM RONGGOLAWEPERISTIWA

Bagian Dari Pentahelix, BNNK Tuban Ngobrol Bareng Insan Media

 

KIM Ronggolawe– Sebagai bagian dari unsur pentahelix, BNNK Tuban menggelar pertemuan bersama insan media yang ada di Kabupaten Tuban, di kantor BNNK setempat, Kamis (22/06).

Kepala BNNK Tuban, Tri Tjahyono dalam keterangannya mengaku, sejak dirinya bertugas di Tuban 2 bulan terakhir, baru kali ini sempat berkumpul bersama insan media.

Pejabat BNN yang sebelumnya bertugas di BNN Pusat sejak 2002 itu berkata, kekuatan media merupakan salah satu strategi pentahelix bagi BNNK.

“Media itu sangat penting bagi kami, tentunya dapat menjadi mata dan telinga kami dalam program-program ke depan,” ujar pejabat kelahiran Jakarta itu.

Dalam pertemuan ini, Tri menegaskan poin penting yang disampaikan di antaranya capaian kinerja, dan juga jelang puncak pemilihan Duta Anti Narkoba Kabupaten Tuban 24 Juli mendatang serta puncak Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) pada 26 Juni 2023.

“Semoga teman-teman media bisa memahami, tema internasional : “People first: stop stigma and discrimination, strengthen prevention”, sedangkan tema nasional HANI adalah : “Akselerasi War On Drugs Menuju Indonesia Bersinar,” ungkap dia.

Artinya, ia jelaskan bagaimana mengutamakan masyarakat dapat stop stigma dan diskriminasi dengan memperkuat pencegahan, termasuk peran media melalui diseminasi informasi.

Ia mengaku, wilayah Kabupaten Tuban tidak terlalu rawan, sebab sejak dirinya bertugas di Tuban kondisinya cerah ceria, adem ayem dan semoga selalu kondusif di lingkungan masyarakat.

“Tentunya juga peran masyarakat itu penting, bagaimana menggelorakan tagline BNNK; berani tolak, berani rehab dan berani lapor bila ada penyalahgunaan narkoba,” imbuhnya.

Inilah kemudian, tegas Tri bagaimana peran media dan masyarakat bersama BNNK dapat mewujudkan Tuban Bersih Narkoba (Bersinar).

Berdasarkan pemetaan BNNK, titik kerawanan peredaran narkoba di Tuban tidak ada yang dominan, namun ditegaskan olehnya semua lini dapat dimasuki narkoba. Inilah yang menjadi celah pengedar atau sindikat masuk kemana-mana.

“Makanya semua lini kita masuki, lingkungan kerja, lingkungan sekolah, aparat keamanan, agar semua bisa saling mengingatkan bahaya narkoba,” pungkasnya. [CH/AM]

Related Articles

Back to top button