BERITA KIM RONGGOLAWEPEMERINTAHANPENDIDIKANPERISTIWA

DANDIM Pimpin Upacara Harkitnas Ke 110

Dandim Tuban saat pimpin upacara Harkitnas

KIM Ronggolawe – Komandan Kodim (Dandim) 0811 Tuban, Letkol Infantri Nur Wicahyanto,SE jadi inspektur upacara dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) Ke-110, Senin (21/05) di Alon-Alon Kabupaten Tuban

Dalam Upacara yang di hadiri Bupati, Wakil Bupati Tuban serta jajaran Forkopimda ini, juga diikuti sekitar 500 peserta upacara yang terdiri dari perwakilan masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD), TNI, Polri, Satpol PP, dan beberapa lembaga pendidikan yang ada di Tuban.

Sebagai inspektur upacara, Dandim Nur Wicahyanto membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika RI menyampaikan peringatan Harkitnas perlu dipandang sebagai momentum untuk menggelorakan semangat kebangkitan nasional untuk tidak pernah memudar. Hal ini sebagai upaya untuk menunjukkan urgensi bagi kehidupan bangsa sehari-hari.

Dalam Harkitnas Ke-110 yang mengusung tema Pembangunan Sumber Daya Manusia Memperkuat Pondasi Kebangkitan Nasional Indonesia Dalam Era Digital, Dandim kelahiran Solo ini menyampaikan pentingnya peringatan Harkitnas harus dimaknai dengan upaya-upaya penyadaran setiap masyarakat Indonesia.

“Hal ini sebagai wujud upaya-upaya penyadaran setiap masyarakat Indonesia untuk mengembangkan diri dan merebut setiap peluang untuk meningkatkan kapasitas diri yang dibuka oleh berbagai pihak, baik oleh pemerintah, badan usaha, maupun masyarakat sendiri,” ungkap Nur.

Upacara Harkitnas Kabupaten Tuban

Selain itu, perlu adanya pengembangan Kapasitas SDM dalam konteks pemerataan dalam pengertian kewilayahan. Tujuannya, agar bangsa Indonesia bangkit secara bersama-sama dalam kerangka kebangsaan Indonesia dengan menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan tiap elemen di masyarakat.

“Hal ini sesuai dengan pemaparan Bung Karno yang menggambarkan Persatuan Bangsa layaknya Sapu Lidi. Jika tidak diikat, maka lidi tersebut akan tercerai berai, tidak berguna dan mudah dipatahkan. Tetapi jikalau lidi-lidi itu digabungkan, diikat menjadi sapu, mana ada manusia bisa mematahkan sapu lidi yang sudah terikat,” serunya.

Menurut Perkiraan Badan Pusat Statistik, pada Tahun 2028 sampai 2031, bangsa Indonesia akan memasuki era keemasan dalam konsep kependudukan yaitu bonus demografi. Di samping itu, angka ketergantungan penduduk diperkirakan mencapai titik terendah, yaitu 46,9 persen. Karena itu, diperlukan upaya guna mendorong dunia pendidikan, diantaranya bekerja sama dengan industri dan bisnis, untuk mencari terobosan-terobosan baru dalam pendidikan vokasi.

Bonus demografi yang beririsan dengan “generasi millenial”, pada saat yang sama terpapar massifnya perkembangan teknologi, terutama teknologi digital. Digitalisasi di berbagai bidang ini juga membuka jendela peluang dan ancaman yang sama.

“Ia akan menjadi ancaman jika hanya pasif menjadi pengguna dan pasar, namun akan menjadi berkah jika kita mampu menaklukkannya menjadi pemain yang menentukan lansekap ekonomi berbasis digital dunia,” tegas Dandim.

Pada kesempatan itu, Dandim 0811 juga mengajak untuk bersama-sama menjauhkan dunia digital dari anasir-anasir pemecah-belah dan konten-konten negatif agar generasi penerus bangsa bebas berkreasi, bersilaturahmi, berekspresi, dan mendapatkan manfaatnya.

“Karena itu, kita bersama-sama menjaga dunia yang serba digital ini, agar menjadi wadah yang kondusif bagi  perkembangan budi pekerti, yang seimbang dengan pengetahuan dan keterampilan generasi penerus kita,” pungkas Dandim. [CH/AM]

kimronggolawe

Admin Web kimronggolawe.com

Related Articles

Back to top button