13 Mei 2021

Semen Indonesia Jagong Gayeng Bareng Netizen Tuban

KIM Ronggolawe – Sedikitnya 50 peserta dari Netizen Tuban mengikuti Jagong Gayeng yang diselenggarakan PT Semen Indonesia dengan tema “Bijaksana Bermedia Sosial”, di auditorium gedung utama Semen Gresik pabrik Tuban, Kamis (01/11).

Pada Jagong Gayeng tersebut, pihak perusahaan menghadirkan narasumber Hery Prasetyo, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tuban, Luthfi Subagyo selaku Social Media Expert, dan Ka Biro Hubungan Media PT. Semen Indonesia, Sigit Wahono.

Sigit Wahono dalam keterangannya saat diwawancarai awak media menyampaikan, selama ini Semen Indonesia kegiatan lebih sering ke media massa, jadi pada kesempatan saat ini pihaknya mencoba menggandeng netizen dan admin media sosial untuk silaturrahmi dan juga meminta masukan agar kedepan kondisi Tuban ini bisa dikomunikasikan bersama mereka dengan perusahaan agar lebih baik.

“Harapannya isu-isu menarik apa dan masukan apa tentunya akan menjadi pertimbangan kita dalam penyusunan program, baik program komunikasi maupun program CSR (Corporate Social Responsibility) dalam penyususnan kebijakan perusahaan,” harapnya.

 

 

Saat ditanya kenapa pesertanya adalah netizen, pihaknya mengaku bahwa netizen atau aktivis media sosial yang sifatnya sudah menjangkau semua kalangan, sedangkan kalau media massa sudah jelas mempunyai segmen tertentu. “Kalau kita ngomong media sosial tentu kita ngomong cluster kalangan generasi lain atau para generasi milenial yang saya rasa juga aktif di media sosial, dalam arti media sosial yang sifatnya liar,” imbuh Sigit.

Sebab menurut Sigit, perusahaan juga tidak bisa memantau masukan-masukan apa, pertanyaan atau keluhan apa, karena media sosial itu tidak bisa dipantau seperti media massa. “Makanya kita kumpulkan teman-teman admin medsos agar bisa memberi masukan, dan tidak hanya jadi pembicaraan atau gunjingan di lingkungan masyarakat tapi bisa langsung disampaikan ke perusahaan,” timpalnya.

Harapannya ke depan, dari masukan-masukan ini perusahaan akan memetakan terus isu yang dibawa masyarakat terus disampaikan ke unit-unit terkait, misal CSR, pabrik sendiri, dan pihak-pihak yang mengelola tambang atau reklamasi. [CH/AM]