Ketika Aspirasi Terbungkam OLeh Kapitalis

KAPITALISKIM Ronggolawe – Berdirinya pabrik pabrik Semen  yang menjulang tinggi di Kabupaten Tuban memanglah sangat di akui sangat membantu bagi perekonomian dan juga taraf hidup, gaya hidup  serta pola pikir masyarakat saat ini, terlebih bagi masyarakat yang tinggal dalam lingkaran Ring salah satu perusahaan tersebut.

Kata Ring seolah menjadi sebuah fenomena dan sebuah panggung drama bagi kalangan tertentu yang bisa memanfaatkan skill dan kapasitasnya untuk mengais rezeki di perusahaan yang mereka idam idamkan.

Terlepas dari semua itu sebuah perang  batin pun tercipta tuk mengadu domba antar sesama  Ring, melalui corong corong aspirasi yang tersumpal oleh melimpahnya pundi pundi rupiah, hingga sebuah komitmen yang dulu tertancap dalam benak mereka pun semakin lama semakin luntur akibat di preteli satu demi satu oleh kebijakan perusahaan yang di barter dengan sebuah jabatan dan juga iming iming kehidupan yang lebih mentereng dari sebelumnnya.

Para hamba hamba Kapitalis tak akan pernah memikirkan bagaimana dampak  yang di timbulkan dari sebuah perusahaan tersebut, bagaimana perusahaan mengeruk sumberdaya alam kita, bagaimana kelanjutan ekosistem alam kita, serta merekapun tak akan pernah mau berfikir bagaimana saat cerobong asap perusahaan tersebut memuntahkan debu liarnya, entah apa yang ada dalam benak mereka, mungkin mereka hanya berfikir biarlah semua musnah yang penting mereka bisa bergaya dengan sebuah seragam serta ID Card  pabrik semen di dada.

Dengan memanfaatkan momen para dedengkot pabrik Semen pun memmengambil hati para warga sekitar pabrik, melalui sembako murah, pengobatan gratis, buka bersama, pemberian hewan kurban atau apalah, ini di jadikan senjata yang ampuh untuk memikat hati para kaum tertindas, dan dengan gemayanya para centeng centeng pabrik tersebut membusungkan dadanya seraya berkata ” Inilah usahaku untuk mensejahtrakan kalian”.

Dari jaman jahiliyah hingga jaman penjajah, sampai saat ini jamanya Setan Merah (Manchaster United) yang namanya Londo Blangkonan selalu ada, dan merekalah sejatinya yang perlu di perangi sebelum kita memerangi kebijakan perusahaan.

Mereka para londo londo blangkonan tersebut akan membela mati matian perusahaan yang saat ini mengidupinya dengan menjadikan kita tumbal keserakahan perut mereka.

Bukanya kita tidak senang dengan adanya perusahaan semen yang berdiri Kokoh  tak tertandingi serta Membangun bersama Tuban tercinta ini, tapi mengapa hanya dengan sepiring nasi dan segelas minuman, sumber daya alam kita di jadikan tumbal oleh mereka mereka yang notabena awalnya di beri amanah untuk mengawal kebijakan serta sebagai pengawas kinerja perusahaan tersebut.

Memang benar apayang pernah di gembar gemborkan oleh Mbah mbah kita terdahulu Sing Waras Ngalah,  dan inilah akibat dari perkataan simbah yang penuh filosofi tersebut , terealisasikan di era saat ini, karena selalu seringnya kita ngalah ahirnya dunia ini dikuasai oleh orang orang Sableng serta Gendeng. [ AM]

Tinggalkan Balasan