Menu Click to open Menus
Home » BERITA KIM RONGGOLAWE » Wabup Audiensi dengan Honorer dan K2

Wabup Audiensi dengan Honorer dan K2

19 September 2018 8:35 pm | diplublikasikan oleh |

KIM Ronggolawe – Wakil Bupati Tuban, Ir. H. Noor Nahar Hussein, M.Si., menerima perwakilan  pegawai Honorer dan K2 PGRI Kabupaten Tuban, di kantornya, Rabu (19/09/2018).

“Rekan-rekan guru yang hadir disini memperjuangkan nasibnya yang dari dulu tahun 2013, mereka ini yang belum berhasil lulus tes,” ungkap Wabup kepad awak media setelah audiensi.

Wabup menyampaikan,  Pemkab Tuban telah mengajukan formasi CPNS sesuai kebutuhan. Namun, kewenangan dari pusat memberikan alokasi sebanyak 28 orang. Alokasi tersebut tidak mengakomodir jumlah guru honorer dan K2 yang berjumlah kurang lebih 400 Pemkab Tuban tidak mempunyai otoritas untuk itu.

Jumlah alokasi tersebut tidak terisi seluruhnya, karena persyaratan untuk ikut tes CPNS yang sekarang ini usia dibatasi maksimal 35 tahun.

Selain itu, rata-rata honorer dan K2 berumur 38 tahun dan telah bekerja sejak 2005.

Wabup juga menyampaikan, honorer dan K2 yang sudah bekerja sejak 2005, jika dilawankan dengan para fresh graduate sangat berat. Konsentrasi mereka terpecahkan, tidak hanya fokus salah satu. Faktor mengurusi keluarga, anak, dan mengajar.

“Jadi kemungkinan sangat kecil,” terangnya.

Sebagai solusi atas permasalahan tersebut Wabup menambahkan upaya yang dapat dilakukan melalui peraturan pemerintah Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (P3).

“Mudah-mudahan bisa terakomodir, sehingga teman-teman ini yang sudah bekerja sekian tahun tidak menderita, itu yang saya harapkan,” harap Wabup.

Kedepannya, otoritas yang akan dilakukan Pemkab Tuban adalah menaikkan kesejahteraan honorer dan K2 sesuai dengan anggaran yang ada. Tidak hanya itu, akan diupayakan untuk mengggali potensi diluar APBD untuk menambah pendapatan guna peningkatan kesejahteraan honorer dan K2.

Wabup menekankan, terkait nantinya ada rekrutmen CPNS di tahun 2018 ini, diharapkan  masyarakat tidak mudah percaya dengan orang-orang yang menawarkan jasa ‘dijamin lolos. Karena sistem test pun sistem online jadi hasilnya akan diketahui secara langsung.

Pelaksanaan tes nantinya untuk wilayah Tuban, Bojonegoro, Lamongan dan Gresik akan dipusatkan di pusatkan di Unisda Lamongan. Penetapan lokasi tersebut merupakan kewenangan pusat.

“Lokasi tes CPNS kali ini cukup relevan, karena lokasinya di tengah-tengah dan bisa dijangkau oleh beberapa daerah,” pungkasnya. [CH/AM]

Komentar Facebook