Dalam Kurun Tiga Tahun Terakhir, Desa Tobo Dapatkan Program Pemberdayaan Lebih dari Setengah Miliar dari Semen Indonesia

KIM Ronggolawe – Semen Indonesia tetap konsisten dalam membangun lingkungan dan memberdayakan masyarakat yang berada di wilayah sekitar perusahaan. Ada 26 desa di 3 kecamatan yang menjadi focus sasaran program dari perusahaan.

Dalam memberikan program kepada desa-desa tersebut, komunikasi intens juga telah terbangun dengan melibatkan Kepala Desa, Camat, tokoh masyarakat serta Forum Masyarakat Kokoh (FMK) agar bantuan atau program yang direalisasikan bisa tepat sasaran dan sesuai dengan yang dibutuhkan di masing-masing desa.

Di tahun 2020 ini terdapat 8 cluster pemberdayaan yang sudah direalisasikan, sedangkan di masing-masing desa sedikitnya ada 3 cluster.

Melalui upaya perusahaan seperti itu harapannya masyarakat dapat mengembangkan masing-masing wirausahanya sehingga bisa meningkatkan perekonomian warga sekitarnya, sehingga lebih mandiri dan sejahtera.

Dengan semakin tumbuh dan berkembangnya masing-masing cluster/ wirausahanya tentunya berdampak penyerapan tenaga kerja yang sebanyak-banyaknya karena terbuka lapangan kerja baru.

Seperti program pemberdayaan di Desa Tobo Kecamatan Merakurak Kabupaten Tuban terdapat 6 cluster meliputi irigasi terpadu, unggas, kambing, perikanan, pertanian, dan usaha kreatif mendapat sambutan yang positif dari Organisasi Masyarakat Setempat (OMS), selain dapat meningkatkan perekonomian program tersebut sekaligus dapat membuka lapangan pekerjaan baru.

Sugiarto, koordinator Forum Masyarakat Kokoh (FMK) Desa Tobo kepada awak media Jumat, (20/11) menjelaskan bahwa dalam kurun tiga tahun terakhir anggaran yang dikucurkan oleh PT. Semen Indonesia pabrik Tuban sudah mencapai angka Rp. 500 juta lebih.

” Pada tahun 2018 desa kami dapat Rp. 250 juta, untuk 4 kegiatan yaitu ,Mushola, Posyandu, serta mobil siaga senila Rp. 190 juta dengan pengajuan atasnama OMS Karang Taruna,” Jelas Sugiarto.

Sedangkan pada tahun 2019 kemarin menurutnya terdapat 9 OMS dengan total anggaran sebesar ,Rp.274.249.000, dengan rincian OMS kelompok tani untuk pengadaan traktor, ternak kambing, ayam petelur,pengadaan gasebo TK Mutiara Hati, pengadaan mabler KB Assalam, dan TPA , serta pengadaan alat campursari dan PHBN. Dan pada tahun 2020 ini tersapat 8 OMS dengan jumlah total anggaran sebesar Rp.274.494.000, yang difocuskan untuk tiga claster yaitu Pemberdayaan, infrastruktur dan peningkatan kapasitas.

Terpisah Hendro Pranoto OMS Karang Taruna program pemberdayaan ayam petelur berharap melalui program pemberdayaan ini tetap berlangsung terlebih di tengah pandemi Covid -19 ini, pasalnya dalam menghadapi pandemi ini ia bersama 9 anggota OMS nya pernah mengalami kerugian akibat penurunan harga telur hingga mencapai angka Rp.16.000 per kilogramnya.

“Terus terang kami selaku peternak kecil kali sangat kesusahan apalagi kami sempat didera dengan harga yang jatuh di Rp.16.000 itu pun hasilnya tak seberapa apalagi kemarin pas musim kemarau dan disitu ayam kami mengalami stres berat sehingga angka produksi jatuh hanya 8-9 kilogram per hari dari 300 ayam petelur,” kata Hendro.

Sementara itu Pemerintah Desa (Pemdes) Tobo melalui Sekretaris Desa Elga Alma Khorida berharap para penerima manfaat dapat berwirausaha dengan sukses.

“Kita berharap penerima manfaat menjadi wirausaha yang tangguh di desa dan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak banyaknya,” pungkas perempuan yang akrap disapa Elga itu. [AM/HA]