Warung Bambu di Jalan Raya Kerek Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp30 Juta

KIM Ronggolawe – Sebuah warung yang terbuat dari bambu di Jalan Raya Kerek, turut Desa Margomulyo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, terbakar pada Senin (27/07) dini hari. Kebakaran tersebut mengakibatkan bangunan warung ludes terbakar dan kabel listrik milik PLN ikut terdampak hingga menyebabkan pemadaman listrik di wilayah Kecamatan Kerek.
Peristiwa kebakaran tersebut diketahui sekitar pukul 02.30 WIB. Berdasarkan keterangan saksi, yakni Minar dan Tanjis, api pertama kali terlihat muncul dari bagian pojok belakang sebelah kanan warung. Di lokasi tersebut terdapat sambungan kabel listrik yang berasal dari kandang ayam milik Andre.
Mengetahui adanya kebakaran, Tanjis berusaha menghubungi pemilik warung untuk memberitahukan kejadian tersebut. Namun, komunikasi dengan pemilik warung baru berhasil tersambung sekitar pukul 08.00 WIB. Setelah itu, kejadian kebakaran tersebut langsung dilaporkan ke Polsek Kerek.
Mendapat laporan tersebut, anggota jaga Polsek Kerek kemudian mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan. Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), petugas mendapati warung yang terbuat dari bambu tersebut telah habis terbakar. Sementara api sudah dalam kondisi padam.
Kapolsek Kerek, Iptu Kastur, SH, membenarkan adanya peristiwa kebakaran tersebut. Pihak kepolisian telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan dan memastikan kondisi di sekitar TKP.
“Setelah menerima laporan, anggota jaga Polsek Kerek langsung mendatangi lokasi kejadian. Saat petugas tiba di TKP, kondisi warung sudah habis terbakar dan api telah padam,” ujar Iptu Kastur, SH.
Akibat kejadian tersebut, kabel listrik milik PLN juga ikut terbakar sehingga berdampak pada pemadaman listrik di sejumlah wilayah Kecamatan Kerek. Tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Sementara itu, pemilik warung diperkirakan mengalami kerugian materiil sekitar Rp30.000.000 (tiga puluh juta rupiah). Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti kebakaran masih dalam penanganan dan pendalaman pihak terkait. [AM/HA]



